Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sijunjung terus berkomitmen mendorong percepatan transformasi digital yang aman di kalangan generasi muda. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan partisipatif berupa Sosialisasi Literasi Digital yang digelar di SMK Negeri 4 Sijunjung pada Rabu (03/06/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Diskominfo, Maryusman, SE, memberikan sambutan dan arahan kepada para siswa. Beliau mengingatkan agar generasi muda lebih berhati-hati dalam menyebarkan konten karena setiap aktivitas di dunia maya memiliki konsekuensi hukum.
“Kami menghimbau kepada seluruh adik-adik siswa agar lebih berhati-hati dan bijak dalam mengunggah konten di media sosial. Ada regulasi hukum berupa Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik yang mengatur hal tersebut.” Tegasnya.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini menghadirkan dua pemateri kompeten dari Diskominfo Sijunjung untuk membekali para siswa dengan kecakapan digital masa kini.
Sesi pertama diisi oleh Janaka Adisran, S.IP, Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Muda Diskominfo Sijunjung yang mengupas tuntas materi mengenai "Masyarakat Digital". Dalam paparannya disampaikan bahwa salah satu tantangan dalam dunia digital yaitu disinformasi dan misinformasi.
"Menjadi bagian dari masyarakat digital berarti kita memiliki tanggung jawab sosial yang sama dengan di dunia nyata. Dalam dunia digital seringkali kita mengalami disinformasi dan misinformasi seperti penyebaran hoax, ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah masyarakat. Oleh sebab itu, perlunya menyaring informasi dengan benar.” Paparnya.
Narasumber kedua, Bayu Setya Romansyah, S.IP, memaparkan materi terkait Bijak Bermedia Sosial. Materi yang disampaikan mencakup penjelasan ringkas mengenai pasal-pasal dalam UU ITE yang berkaitan langsung dengan aktivitas pelajar di media sosial serta pentingnya etika dalam penggunaan media sosial. Bayu juga menyampaikan pentingnya merawat rekam jejak digital yang positif untuk masa depan.
“Sangat penting bagi pelajar untuk memahami etika dalam bermedia sosial serta merawat rekam jejak digital yang positif untuk masa depan.” Tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, majelis guru, dan seluruh peserta sebagai simbol sinergi dalam mewujudkan generasi muda yang cakap digital.
✍️ | @millenia_aa
📸 | @yudhanst18