Logo Info Publik
Iklan Aplikasi
Blog single berita

PENUTUPAN EVALUASI GEOPARK RANAH MINANG SILOKEK: PEMKAB SIJUNJUNG SIAP TINDAK LANJUTI REKOMENDASI EVALUATOR UNESCO

Kegiatan evaluasi dan penutupan kunjungan tim evaluator UNESCO Global Geopark di Kabupaten Sijunjung diselenggarakan untuk memberikan masukan, rekomendasi, serta saran strategis bagi pengembangan Geopark Ranah Minang Silokek, Jumat (21/8) di Rumah Dinas Bupati. Acara ini bertujuan untuk menilai kesiapan Geopark Ranah Minang Silokek dalam memenuhi standar internasional, baik dari segi tata kelola geologi, visibilitas, edukasi, hingga pelestarian warisan budaya lokal. Melalui evaluasi ini, pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat poin-poin krusial sebelum melangkah ke tahap penetapan resmi.

Pertemuan penting ini dihadiri jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung, Unsur Forkopimda, tim BP Geopark Ranah Minang Silokek, akademisi universitas, komunitas lokal, serta tim evaluator internasional dari UNESCO Nicolas Klee (Prancis) dan Prof. Jeong Yong Mun (Korea Selatan). Selain itu, perwakilan dari lembaga geologi internasional seperti IUGS dan penerjemah resmi turut mendampingi jalannya diskusi. Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan Geopark Silokek berbasis pembangunan berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sijunjung, Dr. Benny Dwifa Yuswir, S. STP, M. Si, menegaskan komitmen penuh daerah untuk menindaklanjuti seluruh catatan evaluasi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sijunjung, Dr. Benny Dwifa Yuswir, S. STP, M. Si, menegaskan komitmen penuh daerah untuk menindaklanjuti seluruh catatan evaluasi. Beliau menekankan bahwa seluruh masukan dari tim evaluator UNESCO akan dijadikan pijakan utama untuk menjadikan Kabupaten Sijunjung sebagai wilayah yang memuliakan bumi dan mensejahterakan masyarakat.

"Segala rekomendasi terkait dengan sumber daya, baik pembiayaan, penataan penambangan, hingga kerja sama dengan universitas, masyarakat dan komunitas akan kami pemerintah akan dukung penuh."

Senada dengan hal tersebut, berbicara mewakili tim evaluator UNESCO, Nicholas Klee memberikan apresiasi sekaligus catatan kritis terkait kekuatan utama dan area perbaikan di kawasan geopark. Tim evaluator UNESCO menyoroti keterlibatan masyarakat yang sangat kuat, namun mengimbau agar fokus utama disalurkan pada aspek geologi.

"Kami sangat terkesan dengan warisan tak benda dan budaya Minang di sini, namun saran kuat saya untuk beberapa bulan ke depan adalah berfokus pada geologi dan geosite."

Tim evaluator UNESCO meninjau 7 rekomendasi formal yang mencakup peningkatan pemahaman warisan geologi, desain dan penambahan jumlah geosite, penataan lanskap, mitigasi penambangan emas, hingga perbaikan materi edukasi. Evaluator menekankan bahwa kawasan Geopark Silokek yang sangat luas tidak cukup hanya diwakili oleh 18 geosite, sehingga penambahan geosite baru yang didukung laporan ilmiah perbandingan internasional sangat mendesak untuk dilakukan. Selain itu, jejaring antar-geopark (networking) diharapkan terus diperkuat agar Geopark Ranah Minang Silokek dapat saling berbagi pengalaman dan mengadopsi standar panel informasi yang lebih baik.

Secara keseluruhan, evaluasi ini menegaskan bahwa Geopark Ranah Minang Silokek memiliki potensi sosial dan budaya yang luar biasa kuat dibandingkan banyak geopark lain di dunia. Namun, keberhasilan meraih predikat UNESCO Global Geopark sangat bergantung pada komitmen daerah dalam memperkuat pembuktian signifikansi geologi secara internasional serta memperbanyak materi edukasi berkualitas. Dengan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, Geopark Silokek berpeluang besar menjadi destinasi unggulan yang berkelanjutan dan diakui secara global.


✍️ |@bayu_romansyah
📸 | @yudhanst18

Top