Dalam upaya meningkatkan kapasitas digital generasi muda, Nagari Taratak Baru menggelar kegiatan "Pelatihan Penerapan Penggunaan AI bagi Konten Kreator" pada 22–23 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Pustaka Nagari Taratak Baru ini diikuti dengan antusias oleh para pemuda dan pemudi Nagari Taratak Baru.
Pada hari kedua pelatihan, Kamis (23/7/2026), kegiatan menghadirkan tiga narasumber ahli dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sijunjung yang memberikan pembekalan materi secara komprehensif.
Sesi pertama diisi oleh Janaka Adisran, S.IP, Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Muda Diskominfo, yang membawakan materi bertajuk Masyarakat Digital: Manfaat dan Tantangan. Ia menekankan bagaimana teknologi telah mengubah arus kehidupan sosial, ekonomi, hingga politik secara terintegrasi.
"Teknologi telah mengubah cara kita hidup. Di era digital ini, kita dimudahkan dalam berkomunikasi melalui media sosial dan pesan instan. Begitu pula dalam berkonsumsi dan berdagang, aktivitas belanja kini bisa dengan mudah dilakukan melalui platform e-commerce seperti Tokopedia atau Shopee," ujar Janaka.
Sesi kedua dilanjutkan oleh Bayu Setya Romansyah, S.IP, Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Pertama Diskominfo, dengan fokus materi Pengelolaan Media Sosial. Bayu memaparkan empat pilar utama dalam pengelolaan media sosial serta peran AI sebagai akselerator kerja kreatif.
"Pengelolaan media sosial yang berhasil adalah yang mampu menggabungkan riset audiens, kreativitas visual, kedisiplinan jadwal, serta pengambilan keputusan berbasis data," jelas Bayu.
Ia juga menambahkan pentingnya batasan dalam pemanfaatan AI untuk menjaga keaslian konten.
"AI sangat membantu kita menghasilkan ide konten, caption, hingga variasi topik dengan jauh lebih cepat. Namun, AI tetap harus berada dalam pengawasan manusia agar tetap sesuai dengan brand, etika, dan konteks audiens. Gunakanlah AI sebagai alat bantu, bukan pengganti kreativitas dan sentuhan manusia."
Materi penutup disampaikan oleh M. Hik Wahyuda, S.I.Kom, Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Pertama Diskominfo, yang membedah topik Produksi Konten Video. Ia menggarisbawahi pentingnya penguasaan format video di era sekarang.
"Konten visual seperti video pendek sangat penting di era digital saat ini karena dapat meningkatkan engagement dan jangkauan, serta membuat komunikasi terasa lebih menarik dan mudah dipahami oleh audiens. Untuk menghasilkan video yang berkualitas, kita harus memahami setiap tahapan produksi, mulai dari Pra-Produksi, Produksi, hingga Post-Produksi," paparnya.
Pelatihan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang dinamis. Tidak hanya menerima teori, para peserta juga diajak melakukan praktik langsung, di antaranya mencoba teknologi AI untuk pembuatan logo brand serta pemanfaatan pengisi suara (voiceover) AI pada video pendek.
Kasi Pelayanan Nagari Taratak Baru, Charlemanto, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para narasumber yang telah meluangkan waktu dan membagikan ilmunya kepada adik-adik pemuda Nagari Taratak Baru tentang cara menggunakan media sosial yang baik. Kami berharap, melalui pelatihan ini, adik-adik pemuda kedepannya dapat lebih aktif mempublikasikan dan menyampaikan berbagai kegiatan positif yang ada di Nagari Taratak Baru," tutur Charlemanto.
Rangkaian kegiatan pelatihan dua hari ini resmi ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, pengurus nagari, dan seluruh peserta.
✍️📸 | @millenia_aa