Logo Info Publik
Iklan Aplikasi
Blog single berita

Sinergi Lintas Sektor, Diskominfo Sijunjung Hadiri Pendampingan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sijunjung menggelar pertemuan intensif guna mempercepat pembentukan “Budaya Sekolah Aman dan Nyaman” (BSAN) bagi seluruh peserta didik, Senin (25/5). Langkah ini diambil sebagai bentuk respon nyata terhadap maraknya berbagai potensi gangguan keharmonisan di lingkungan pendidikan, seperti perkelahian antar siswa, tindakan kekerasan, hingga diskriminasi yang sempat viral di ranah publik.

Kebijakan baru mengenai BSAN Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 serta pedoman pelaksanaannya melalui Kepmendikdasmen Nomor 17 Tahun 2026. Kebijakan ini dirancang untuk menciptakan sekaligus menjaga lingkungan belajar yang kondusif bagi seluruh warga sekolah melalui pemenuhan berbagai aspek krusial, mulai dari kebutuhan spiritual, perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, keamanan sosiokultural, hingga keadaban dan keamanan digital.

Kadis Dikbud Sijunjung, Puji Basuki, SP. MMA menegaskan bahwa upaya menciptakan ekosistem sekolah yang kondusif ini harus melibatkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, bukan sekedar menjadi tanggung jawab warga sekolah semata. Karakter positif anak didik diyakini tidak akan tumbuh maksimal jika tidak ada keselarasan nilai yang diterapkan di lingkungan keluarga. oleh karena itu, sinergi antara guru, orang tua, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

“Budaya sekolah aman dan nyaman ini melibatkan semua pihak, bukan hanya warga sekolah. Mau bagaimanapun sekolah berusaha mengajak anak-anak melaksanakan kebiasaan baik, kalau tidak disinkronkan dan tidak sejalan dengan nilai-nilai dirumah, ya tentu tidak maksimal.”

Ia juga menambahkan secara tidak langsung bahwa penekanan kebijakan saat ini lebih berfokus pada tindakan pencegahan (preventif) dan promosi pemahaman (promotif), bukan sekedar penanganan setelah kasus kekerasan terjadi.

Senada dengan hal tersebut, Widyaprada Ahli Madya Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Sumatera Barat, yang juga sebagai wali wilayah Kabupaten, Feri Fren, S.Pd, MM, memaparkan bahwa rasa aman dan nyaman yang dirasakan oleh peserta didik selama proses belajar akan sangat menentukan hasil capaian akademik dan perkembangan karakter mereka. Ia menyoroti berbagai faktor internal sekolah yang kerap luput dari perhatian, seperti kondisi psikologis anak, suasana kelas yang inklusif, hingga aspek kenyamanan fisik yang meliputi sirkulasi udara, pencahayaan, dan keamanan fasilitas bermain siswa.

“Survei belajar membuktikan bahwa keamanan dan kenyamanan peserta didik dalam belajar itu akan menentukan hasil. Kita harus membudayakan lagi bagaimana sekolah terasa aman dan nyaman ini.”

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan secara tidak langsung bahwa kemajuan teknologi saat ini, termasuk kecerdasan artifisial, harus mampu diimbangi dengan pembentukan karakter kuat dan perlindungan yang memadai bagi anak-anak, baik didunia nyata maupun di ruang digital.


Penulis: Bayu

Foto: Yuda


Top