Logo Info Publik
Iklan Aplikasi
Blog single berita

Perkuat Ekonomi Kreatif Sijunjung, Pemprov Sumbar Gelar Sosialisasi Nagari/Desa Creative Hub

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi menggelar acara Sosialisasi Nagari/Desa Creative Hub (NCH) di Kabupaten Sijunjung. Kegiatan strategis ini dihadiri oleh Asisten 1 SEKDAKAB Sijunjung, jajaran Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Sumbar, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumbar, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah, jajaran Kepala Bagian di lingkungan Setdakab Sijunjung, Camat Sumpur Kudus, Kepala UPTD KPHL Sijunjung, Kepala Departemen Agro Industri UNP Sijunjung, Wali Nagari TBA, Satgas TBA, serta para tamu undangan lainnya.

Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Sijunjung yang diwakili oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Sijunjung, Aprizal, M.Si. Sebelum memasuki sesi pemaparan materi, para peserta terlebih dahulu disuguhkan penayangan video profil Nagari Creative Hub sebagai gambaran visual program.

Dalam sambutannya, Aprizal menekankan pentingnya pemerataan pembangunan yang berorientasi pada penguatan fondasi ekonomi, bukan hanya berpusat di kawasan perkotaan.

“Program Nagari/Desa Creative Hub ini dirancang sebagai pusat wadah kreativitas, wadah kolaborasi, dan inkubasi bagi para pelaku usaha kreatif, pemuda, dan UMKM di tingkat tapak guna mendorong kemandirian ekonomi desa.”

Langkah konkret mengoptimalkan potensi lokal ini diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat. Kepala Bidang Usaha Ekonomi Masyarakat, Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna DPMD Sumbar, Mirza Iswandi, SKM, menjelaskan bahwa program inovatif tersebut merupakan perwujudan Misi ke-3 RPJMD 2025–2029 yang menempatkan nagari sebagai basis kemajuan daerah. Dirancang sebagai wadah kolaboratif yang didukung fasilitas modern, NCH ditargetkan hadir di 52 lokasi di Sumatera Barat guna menjawab tantangan krusial seperti keterbatasan akses pasar dan minimnya integrasi program di tingkat tapak.

“Keberhasilan program ini bergantung pada komitmen kolaborasi lintas sektor antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Implementasi NCH di lapangan nantinya akan diukur secara objektif melalui empat indikator utama, yaitu berkembangnya usaha masyarakat, meningkatnya pendapatan warga, terbukanya lapangan kerja baru, serta keterlibatan aktif dari generasi muda.”

Pada sesi pemaparan teknis, pembicara kedua yang merupakan Kepala Bidang Ekonomi dan SDA Bappeda Sumatera Barat, Andre Ola Vetric, SE, MM, membedah cetak biru infrastruktur NCH yang mengintegrasikan empat ruang fungsional utama di tingkat tapak. Ruang tersebut meliputi Medan Bapaneh sebagai pusat aktivitas komunitas untuk berdiskusi, Suduik UMKM sebagai wadah pameran fisik sekaligus fasilitas live streaming produk lokal, Internet Gratis berbasis cloud untuk menunjang aktivitas digital, serta Teras Nagari yang berfungsi sebagai pusat komando data makro untuk pengambilan keputusan berbasis data aktual.

Infrastruktur fisik dan digital ini dirancang sebagai poros penggerak Roda Ekosistem Sinergi Lintas Sektor yang mengintegrasikan peran Organisasi Perangkat Daerah ke dalam empat pilar strategis. Integrasi ini mencakup penyediaan jaringan internet sehat, fasilitasi izin edar UMKM, edukasi pangan farm-to-market, hingga tata kelola desa wisata yang berbasis pada filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

“Pentingnya aktivasi kolaborasi melalui skema kerja sama Pentahelix. Model ini secara dinamis mengikat sinergi antara lima aktor utama, yaitu pemerintah, akademisi lewat KKN tematik, BUMN/BUMD melalui dukungan dana CSR, pihak swasta sebagai offtaker pasar, hingga komunitas kreatif lokal selaku mentor teknis.”

Seluruh rangkaian acara sosialisasi ini kemudian resmi ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif antara peserta dengan para pemateri. Sesi ini menjadi wadah bagi para Wali Nagari, Camat, dan perwakilan komunitas lokal untuk mendalami teknis pelaksanaan di lapangan, mengajukan gagasan, serta menyamakan persepsi demi menyukseskan implementasi nyata Nagari Creative Hub di Kabupaten Sijunjung.


Penulis | @ca_sabrinaaa
Foto | @millenia_aa

Top