Portal Kabupaten Sijunjung

BBGRM DICANANGKAN SELASA BESOK

0

Sesuai rencana, Selasa  (2/8) besok Bupati Yuswir Arifin Datuak Indo Marajo mencanangkan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat Kabupaten Sijunjung, di lapangan sepakbola Jorong Muaro Gambok, Nagari Muaro.

Muaro ditetapkan tempat pencanangan BBGRM, karena nagari tersebut terpilih sebagai nagari terbaik Kabupaten Sijunjung pada tahun 2016 ini, kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagari (BPMPN) Kabupaten Sijunjung,  Medison selaku ketua tim fasilitasi BBGRM, Senin (1/8),di ruang kerjanya.

Sebagaimana kegiatan yang telah disusun, seusai pencanangan BBGRM, akan diserahkan  piala dan hadiah kepada walinagari yang nagarinya terpilih sebagai terbaik I, II, III dan harapan I kategori A. dan B serta Kerapatan Adat Nagari (KAN) terbaik I, II dan III tingkat Kabupaten Sijunjung pada tahun 2016 ini.

Menurut Medison yang didampingi sekretaris BPMPN, Roni. S, sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 tahun 2006, BBGRM yang diselenggarakan setiap tahun, setelah pencanangan, hari berikutnya dilaksanakan pada setiap nagari dan desa.

Dalam BBGRM yang berlangsung sebulan penuh, diharapkan pemerintah nagari dan pemerintah desa bersama masyarakat mampu  menuntaskan minimal satu kegiatan fisik, baik dibidang sosial dan ekonomi, maupun infrastruktur.

“Karena pelaksanaan BBGRM untuk memacu pembangunan nagari yang tujuan akhirnya meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, sesuai namanya, kita berharap pemerintah nagari/desa dan masyarakat melaksanakan kegiatan secara bersama dengan bergotong royong (goro),” harap Medison.

Sebab, menerapkan budaya goro dalam penghidupan sehar-hari, bagi anak nagari di Kabupaten Sijunjung merupakan satu tuntutan dan keharusan, karena nilai-nilai goro yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, adalah bagian dari budaya daerah yang perlu dilestarikan supaya lebih berhasil dan berdaya guna.

Disamping itu, goro juga untuk memperkuat integritas sosial budaya masyarakat di nagari serta memperkokoh kesatuan bangsa dan negara, karena sejarah perjalan daerah telah membuktikan bahwa semangat dan nilai kegotong royongan yang ada sejak dulu kala telah menjadi modal dasar yang sangat berarti dalam pelaksanaan pembangunan.

Budaya goro yang digalakan, tidak hanya sekedar bekerja sama dalam mengerjakan fisik, tapi juga merupakan filosofi  dan semangat kehidupan yang memiliki kekuatan dahsat untuk mewujudkan berbagai hal yang bersifat non fisik, jelas Medison. –nas.sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.