Portal Kabupaten Sijunjung

AWAS DBD, BIASAKAN GAYA HIDUP SEHAT DAN JAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN

0

Wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang biasanya ditularkan melalui gigitan nyamuk merupakan salah satu virus yang sangat berbahaya, bahkan mematikan. Nyamuk DBD berkembang dengan sangat cepat, satu ekor nyamuk bisa menghasilkan sekitar 600 butir telur.

Biasanya, nyamuk DBD akan menggigit di pagi dan sore hari, maka hindarilah terkena gigitan nyamuk pada saat tersebut. Dari hasil pengumpulan data di dinas kesehatan Kabupaten Sijunjung, jumlah pasien yang terjangkit DBD mulai bertambah, di puskesmas Gambok sebanyak 6 orang, puskesmas Muaro Bodi 5 orang, Tanjung Ampalu 7 orang, Puskesmas Sijunjung 7 orang dan disusul dengan jumlah pasien lainya yang tersebar dibeberapa tempat.

Azwandra, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung mengatakan. “Berdasarkan hasil survey dan penyelidikan epidemiology (PE), salah satu faktor utama penyebab meningkatnya kasus DBD dikarenakan gaya hidup yang kurang sehat, dan lingkungan yang yang kurang bersih, sehingga perkembang biakan nyamuk DBD meningkat.

Sedangkan untuk angka bebas jentik (ABJ) yang diuji pada beberapa tempat yang ditemukan kasus, hanya 43% yang paling tinggi, bahkan ada yang 20%. Hasil tersebut sangat rendah sekali, sedangkan untuk standarnya 95% baru terkategotri aman,” ujarnya, Rabu (18/1).

Dinas kesehatan mengadakan rapat lintas sektoral dengan instansi terkait lainnya untuk membahas upaya dalam mengantisipasi agar masyarakat terbebas dari DBD, dan membudayakan lingkungan bersih dan sehat, salah satunya dengan menggiatkan gotong royong dan pemeberantasan sarang nyamuk (PSN) dilingkungan masyarakat. “Kita akan fokus kepada upaya pencegahan agar kasus DBD tidak meningkat, baik berupa himbauan maupun tindakan secara langsung kelapangan,” tambahnya.

Dikatakannya, untuk menekan angka tersebut memang dibutuhkan kesadaran masyarakat, pencegahan yang lebih tepat dengan cara memutus perkembang biakan nyamuk dilingkungan, karena menurutnya, pembasmian dengan cara fogging hanya untuk membunuh nyamuk dewas saja, sedangkan telur dan jentik akan tetap berkembang. Saat ini, pihaknya tengah berupaya melakukan langkah pemberdayaan kepada masyarakat. Pemberdayaan itu akan dilakukan melalui penyuluhan, analisis lingkungan, dan gotong-royong. “Kita akan terjun ke masyarakat pada hari Jumat (20/1) mendatang,” tambahnya.

Sedangkan kepada puskesmas yang ada, dirinya juga sudah menekankan untuk melakukan penyuluhan terkait DBD dan kebersihan lingkungan.

Selain itu, ia juga menghimbau agar masyarakat cepat tanggap dalam menangani kasus DBD tetsebut. Dalam artian, jika ada anggota keluarga yang terindikasi terjangkit DBD atau mengalami demam tinggi hendaknya cepat diperiksa ke tempat pelayanan kesehatan terdekat untuk penyembuhan, dan jangan menganggap remeh keadaan tersebut. “Jika ada anggota keluarga yang terindikasi, segeralah diperiksa dan diberikan tindakan penyembuhan, dan jangan menganggap remeh keadaan tersebut, karena jika terlambat diberikan pengobatan akan berdampak fatal,” pungkasnya.-Endo.sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.