Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa proses negosiasi tarif perdagangan dengan Amerika Serikat telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan selesai sebelum penghujung tahun 2025. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat ekspor nasional di sektor tekstil, alas kaki, serta minyak sawit, yang selama ini menjadi tulang punggung perdagangan Indonesia.
Kementerian Perdagangan menyatakan bahwa delegasi Indonesia akan kembali bertolak ke Washington dalam waktu dekat untuk merampungkan harmonisasi teknis perjanjian. Pemerintah berharap kesepakatan ini dapat membuka peluang pasar baru sekaligus mengurangi hambatan dagang yang sebelumnya menghambat kinerja ekspor.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pemerintah menilai kerja sama ini sebagai momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok internasional dan meningkatkan daya saing produk nasional.