Di tengah pesatnya penggunaan media sosial, aktivitas keagamaan kini sering menjadi sorotan publik bukan hanya dalam ruang ibadah, tetapi juga dalam percakapan digital. Isu yang viral mengingatkan umat beragama untuk lebih bijak dalam menyampaikan pesan toleransi dan ukhuwah di ruang publik.
Fenomena tagar yang muncul di berbagai platform sering kali digunakan untuk mengkritik praktik intoleransi, sekaligus mengajak masyarakat memperkuat nilai kebersamaan dan saling menghormati. Keberadaan komunitas‑komunitas lintas agama semakin menunjukkan bahwa dialog dan kerja sama bisa menjadi jawaban atas gesekan sosial akibat misinformasi.
Para pemuka agama dan tokoh masyarakat terus menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan merespons informasi sensitif dengan kepala dingin, bukan emosi. Hal ini penting agar esensi ajaran agama tetap terjaga dalam kehidupan digital yang dinamis.
Penggunaan media digital juga telah membuka peluang baru untuk kegiatan dakwah dan edukasi agama, tetapi tantangan hoaks dan konten provokatif tetap perlu diantisipasi bersama.
Dengan meningkatnya kesadaran digital di kalangan umat, diharapkan nilai‑nilai keagamaan dan toleransi dapat tersebar lebih luas tanpa menimbulkan konflik