Portal Kabupaten Sijunjung

PEMBERANTASAN NARKOBA TANGGUNG JAWAB BERSAMA

0

13936187-Abstract-red-rubber-stamp-with-the-text-no-drugs-written-on-it-Stock-VectorMeningkatnya kasus narkoba yang tercatat di polres Sijunjung dari tahun sebelumnya, harus menjadi PR untuk semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah dan pihak penegak hukum. Untuk mengatasi hal tersebut agar menciptakan generasi yang tangguh dan memiliki jiwa pembangun yang kuat, harus dimulai dari lingkungan terkecil yaitu, keluarga dan sekolah.

Wakil Bupati Arrival Boy menghimbau kepada seluruh masyarakat agar memberikan perhatian dan bimbingan terhadap anak agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba. “Narkoba sangat berbahaya dan merusak masa depan generasi penerus kita, menghancurkan masa depan bangsa. Kita bersama harus memerangi narkoba dan  menyelamatkan masa depan anak generasi kita. Berikanlah perhatian dan bimbingan terhadap anak, cucu, kemenakan kita, dan hal itu dimulai dari keluarga kita,” tutur wabup beberapa waktu lalu.

Menambahkan, anggota Komisi III DPRD Sijunjung, Dasep juga mengatakan hal yang sama, masalah narkoba yang selama ini jadi musuh masyarakat, pemberantasannya harus dimulai dari ruang lingkup terkecil, seperti keluarga dan sekolah.  Maka dari itu, lingkungan sekolah harus bebas dari pengaruh zat berbahaya tersebut, serta bimbingan orang tua dirumah juga merupakan faktor utama.  “Lingkungan sekolah harus berfungsi sebagai pengendali dan motivator dari pembentukan mental anak didik. Hal ini harus dimulai dari terbebasnya lingkungan tersebut dari pengaruh narkoba, serta perhatian dan bimbingan orang tua terhadap anak harus ditingkatkan ,” ujarnya.

Sekolah saat ini dihadapkan dengan permasalahan narkoba yang cukup serius, bahkan hal itu juga menjadi tantangan bagi tenaga pendidik agar peserta didik terbebas dari hal tersebut. Salah satunya, pihak sekolah harus mampu  membentuk prilaku disiplin, berakhlaq dan memiliki visi dan misi dalam upaya penanggulangan masalah narkoba, serta harus mampu menjalin sinegisitas bersama pihak orang tua siswa dalam pencegahannya.

“Selain itu, peran pemerintah melalui dinas Pendidikan juga harus peka terhadap gejala peredaran narkoba serta perilaku yang menyimpang yang terjadi di lingkungan sekolah,” ucapnya.

Siswa dan perangkat pendidik harus diberi pemahaman tentang narkoba serta bahaya yang ada di dalamnya sebagai akibat dari peredarannya. Atau dengan cara kerjasama antara pihak sekolah dengan orang tua siswa, dengan cara memberikan pemahaman kepada orang tua siswa tentang bahaya narkoba. “Jika ini dilakukan maka akan terbentuk lingkungan yang peka terhadap bahaya narkoba,” katanya.

Kalau perlu, lanjutnya, Dinas Pendidikan beserta pihak terkait seperti BNK dan kepolisian memberikan tindakan tegas kepada siswa yang terindikasi ataupun positif menggunakan narkoba tersebut, sebab sekolah merupakan tempat cikal bakal para pemimpin dikemudian hari. “ jangan sampai masa depan mereka menjadi rusak akibat dari penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya.

Dia menegaskan, agar seluruh pihak terkait ikut serta dalam mengawasi peredaran narkoba di sekolah, dan tak hanya melakukan tes urine saja bagi para pelajar tersebut, namun juga memberikan penyuluhan serta tindakan bagi para pelajar yang tidak mau dilakukan tes urine serta melarikan diri saat tes urine yang dilaksanakan disekolah tersebut. “jika ada pelajar yang terindikasi menggunakan narkoba, agar ditindak lanjuti dan tidak didiamkan saja, tapi berikan solusi sehingga tidak berkelanjutan,” tegasnya. –  Endo.sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.