Logo Info Publik
Iklan Aplikasi
Blog single berita

Implementasi UU ITE, Diskominfo Sijunjung Edukasi Pelajar SMKN 1 lewat Literasi Digital

Dalam upaya menciptakan generasi muda yang cerdas dan beretika di dunia maya, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sijunjung menyelenggarakan kegiatan Literasi Digital bertajuk "Goes to School" di SMK Negeri 1 Sijunjung pada Jumat (06/02/2026).

Kegiatan ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 (Perubahan Kedua atas UU ITE). Fokus utamanya adalah membekali pelajar dengan pemahaman mendalam mengenai etika bermedia sosial, pengoperasian sistem elektronik, serta keamanan berinternet.


Acara yang berlangsung interaktif ini menghadirkan tiga narasumber kompeten dari Diskominfo Sijunjung. drg. Ezwandra, M.Sc, Kepala Dinas Kominfo, sebagai pemateri pertama, beliau memaparkan urgensi literasi digital di kalangan remaja. Beliau menekankan pentingnya memahami dampak positif dan negatif media sosial.

“Media sosial memberikan dampak positif, yaitu komunikasi dan informasi tanpa batas. Yang mana komunikasi menjadi mudah dan cepat, akses informasi yang luas, serta dapat menjaga hubungan. Namun penggunaan yang tidak bijak dapat menimbulkan dampak negatif, misalnya dapat menyebabkan kecanduan dan kejahatan siber.” Tegasnya.

Narasumber kedua Janaka Adisran, S.IP, Pranata Humas Ahli Muda Diskominfo, menyampaikan materi terkait masyarakat digital. Dalam paparannya disampaikan bahwa salah satu tantangan dalam dunia digital yaitu disinformasi dan misinformasi.

"Menjadi bagian dari masyarakat digital berarti kita memiliki tanggung jawab sosial yang sama dengan di dunia nyata. Dalam dunia digital seringkali kita mengalami disinformasi dan misinformasi seperti penyebaran hoax, ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah masyarakat. Oleh sebab itu, perlunya menyaring informasi dengan benar.” Paparnya.

M. Hik Wahyuda, Pranata Humas Ahli Pertama Diskominfo, sebagai narasumber ketiga menyampaikan perlunya bijak bersosial media.

“Bijak bersosial media itu dimulai dari jempol kita sendiri. Jangan sampai karena kurangnya kehati-hatian, kita terjebak dalam masalah hukum atau penyebaran hoaks. Ingat, keamanan data pribadi adalah benteng utama kalian di dunia maya.” Jelasnya.

Kegiatan partisipatif ini diharapkan mampu mengubah pola pikir pelajar SMKN 1 Sijunjung dalam berinteraksi di ruang digital. Dengan penguatan literasi sejak dini, pelajar diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan konten positif dan memerangi disinformasi.

Penulis: Melan

Foto: Yuda

Top