Portal Kabupaten Sijunjung

WARGA KAMPUNG ADAT DILATIH MENENUN

0

wargaSebanyak 25 masyarakat Perkampungan Adat Nagari Sijunjung mengikuti pendidikan dan pelatihan menenun dari 20 September sampai 7 Oktober 2016, di Los Tabek nagari tersebut. Diklat yang dibuka ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat Ny. Hj. Nevi Irwan Prayitno, diselenggarakan Dekranasda Kabupaten Sijunjung bersama Balai  Diklat Industri (BDI) Padang.

Pembukaan yang ditandai dengan memasang tanda peserta kepada perwakilan, dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan Setdakab Sijunjung, Syahrial, ketua Dekranasda Ny. Hj. En Yuswir Arifin, wakil ketua TP PKK Ny. Hj. Ria Arrival Boy, Kepala BDI Padang, Joni Afrizon serta kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Selain mengikuti pelatihan dengan serius dan sungguh-sungguh, ketua Dekranasda  Ny.  Nevi Irwan Prayitno, juga berharap dan mengimbau peserta pelatihan khususnya dan pelaku industri kecil menengah  umumnya agar bersyukur kehadirat Allah SWT dan berterima kasih kepada Dekranasda Kabupaten Sijunjung yang selalu berupaya meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan pelaku industri dengan menggali dan memanfaatkan potensi yang ada.

Sebagaimana telah dilakukan, di bawah kepemimpin ibuk En, Dekranasda Kabupaten Sijunjung selalu berupaya meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan pelaku industri dengan menggali dan memanfaatkan potensi yang ada.

Memanfaatkan potensi masyarakat  yang pintar bertenun, Dekranasda  bersama Pemda Sijunjung berupaya memaju kembangkan industri rumah tangga ini dengan cara mempromosikan, memasarkan serta menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan terhadap pengerajinnya.

“Upaya yang dilakukan, tujuannya jelas untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan pelaku usaha. Karena itu kita pantas bersyukur kehadirat Allah SWT dan berterima kasih kepada Dekranasda dan Pemda Sijunjung yang sangat peduli dan perhatian terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan pelaku usaha,” kata Ny. Nevi Irwan Prayitno.

Ketua Dekranasda Sijunjung Ny. En Yuswir Arifin mengatakan, 25 peserta yang akan mengikuti Diklat menenun selama 18 hari (20/9-7/10), merupakan perwakilan dari suku dan rumah gadang yang ada di Perkampungan Adat Nagari Sijunjung.

Ke-25 perwakilan itu dididik dan dilatih dengan keterampilan menenun, tujuannya untuk mendukung Perkampungan Adat yang merupakan objek wisata unggulan Kabupaten Sijunjung yang sudah terdaftar pada Unesco menjadi list warisan dunia.

Artinya, masyarakat Perkampungan Adat perlu dibekali dengan keterampilan menenun, karena tenun juga merupakan produk kerajinan unggulan di Kabupaten Sijunjung, jelas Ny. En Yuswir Arifin. –nas.sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.