Portal Kabupaten Sijunjung

WALINAGARI AGAR HATI-HATI MEMPERGUNAKAN ANGGARAN

0

WALINAGARISupaya tidak berurusan dengan aparat penegak hukum, baik polisi maupun kejaksaan, Wakil Bupati (Wabup) Sijunjung H. Artival Boy mengingatkan seluruh walinagari, agar hati-hati dalam mempergunakan anggaran.

Artinya, pergunakan anggaran menurut semestinnya. Jangan mengambil kebijakan diluar ketentuan meski untuk kepentingan dinas, karena konsekwensinya adalah diri pribadi.

“Agar tidak berurusan dengan aparat penegak hukum terkait kasus, saya mengimbau dan mengingatkan seluruh walinagari agar berhati-hati dalam mempergunakan anggaran. Jangan mengambil kebijakan diluar ketentuan, meski untuk kepentingan dinas, kalau kebijakan itu menyalahi aturan, ” kata Wabup ketika membuka musyawarah pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kamang Baru, di UDKP setempat, Senin (6/2).

Pembukaan Musrenbang  yang berlangsung sederhana, dihadiri sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Muspika, tokoh dan pemuka masyarakat serta walinagari se-Kecamatan Kamang Baru.

Bila walinagari sudah mempergunakan anggaran sebagaimana mestinya, dengan kata lain sudah berjalan di atas rel, tentunya kesalahan dan penyimpangan tidak akan ditemui, sehingga tidak akan berurusan dengan aparat penegak hukum, ulas Wabup.

Selain mempergunakan anggaran sebagaimana mestinya, bupati juga berharap dan berpesan kepada seluruh walinagari supaya selalu memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

Pemkab Sijunjung terbentuk dan berdiri adalah karena adanya masyarakat. Jika masyarakat tidak ada, Pemkab tidak akan berdiri. Jika Pemkab tidak berdiri, tidak ada yang akan menjadi walinagari di daerah ini.

“Justru itu, seyogyanyalah walinagari memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Layani mereka, jangan kita yang minta dilayani,” pesan Wabup.

Tentang Musrenbang yang dilaksanakan setiap tahun, menurut Wabup, tujuannya adalah untuk  mewujudkan pembangunan yang berkualitas, akomodatif, aspiratif dan partisipatif pada masing-masing, nagari, kecamatan dan kabupaten.

Disamping itu juga merupakan mekanisme dengan pola pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat di lokasi rencana pembangunan dilaksanakan.

Disadari sepenuhnya, bahwa perencanaan merupakan hal yang sangat penting dalam meningkatakan kualitas pelayanan kepada rakyat. Proses perencanaan harus mampu menangkap aspirasi dan kebutuhan yang berkembang di tengah masyarakat.

Justru itu, proses perencanaan ini harus melibatkan setiap stakeholder yang ada di masyarakat, supaya bisa memberi masukan tentang berbagai masalah pembangunan, guna dicarikan solusinya. -nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.