Portal Kabupaten Sijunjung

WABUP HADIRI BAKAUA ADAT DI SILOKEK

0

Sebagai wujud syukur atas hasil panen yang diperoleh, sekaligus berdoa dan bermohon kepada Allah SWT sawah yang digarap selalu memberi rezki, masyarakat Nagari Silokek, Kecamatan Sijunjung melaksanakan kaua adat, Jumat (15/7), di Masjid Baitul Makmur.

Selain masyarakat dari berbagai unsur, bakaua juga dihadiri Wakil Bupati Sijunjung H. Arrival Boy bersama sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Sekretaris Camat Sijunjung Khalfian Nuraflis serta 31 mahasiswa Unand yang sedang KKN di Nagari Silokek.

Disamping mensyukuri nikmat serta berdoa dan mohon rezki, bakaua juga untuk menciptakan kebersamaan dan kekompakan masyarakat tani dalam menggarap sawah, kata Walinagari Silokek, Mardison.

Dalam bakaua, seluruh petani sepakat turun ke sawah secara serentak, setelah diputuskan  hari membenahi tali bandar, merendam dan menyemai benih, jenis bibit yang akan ditanam serta hari mulai menggarap sawah, tambah walinagari.

Selain menjelaskan berbagai pembangunan yang telah, sedang dan akan dilaksanakan di Kabupaten Sijunjung, Wabup Arrival Boy juga mengatakan bahwa di Nagari Silokek banyak potensi alam yang bisa meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat bila dikembangkan. Diantaranya objek wisata ngalau dan pasir putih.

Untuk membenahi dan mengembangkan objek wisata ini, Pemkab Sijunjung bisa mengalokasikan dana secukupnya. Namun pengembangan objek wisata itu berbenturan dengan kepentingan individu yang luara biasa, yaitu penambangan (pencarian) biji emas di Batang Kuantan.

Sebagaimana yang terjadi sekarang, akibat penambangan biji emas, di beberapa titik, jalan dari dan menuju Nagari Silokek yang terletak di pinggir Batang Kuantan, ambruk dan terancam putus. Bila dana untuk pembenahan dan  pengembangan objek wisata dikucurkan oleh Pemkab Sijunjung, sementara jalan menuju objek wisata itu tidak bisa lagi dilalui kendaraan, tentunya dana yang dikucurkan akan terbuang sia-sia, karena objek wisata tidak ada yang akan mengunjungi.

 “Karena itu, dalam kesempatan ini saya berharap dan mengimbau seluruh yang memiliki kepentingan dalam penambangan biji emas di Batang Kuantan supaya meningkatkan perhatian dan kepedulian terhadap jalan yang merupakan urat nadi kehidupan bagi masyarakat Nagari Silokek, dengan harapan jalan tidak putus dan objek wisata untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat bisa dikembangkan,” harap Wabup.

Tentang bakaua adat yang wujudnya mensyukuri hasil panen yang diperoleh, sekaligus berdoa dan bermohon kepada Allah SWT sawah yang digarap selalu memberi rezki, Wabup Arrival Boy  mengatakan bahwa mensyukuri nikmat yang diterima memang perlu dilakukan.

“Kita memang perlu dan harus bersyukur kehadirat Allah SWT atas hasil panen yang diperoleh, sehingga berkat keberhasilan yang dicapai, ekonomi dan kesejahteraan petani makin baik.

Namun mensyukuri  hasil panen, tidak cukup hanya dengan berdoa, makan bersama dan mengucapkan terima kasih, tapi harus diiringi dengan pembayaran zakat bila hitungan padi sudah sampai,” kata Wabup. –nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.