Portal Kabupaten Sijunjung

Upacara Peringatan Harkitnas Khidmad

0

Sijunjung. MC. Sijunjung, – Meski dilaksanakan pada bulan puasa, namun upacara  peringatan hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111, di lapangan sepakbola Muhammad Yamin Muaro Sijunjung, Senin (20/5) berlangsung tertib dan khidmad.

Bertindak selaku inspektur dan komandan upacara Ketua Pengadilan Agama Sijunjung; H. A. Hafizh Martius, S. Ag, SH, MH  serta Kepala Seksi Infrastruktur Jaringan E. Gov Dinas  Komunikasi dan Informatika  (Kominfo); Hendri Saputra.

Dengan perwira upacara kepala Kominfo Kabupaten Sijunjung; Rizal Efendi, SE, pengibar bendera merah putih juga dipercayakan kepada pegawai Kominfo, Rani Cahaya Atninggoro, Nofiandry Fernandes dan Tri Maiko Wahyu. Begitu pula teks pembukaan UUD 1945, juga dibacakan oleh pegawai Kominfo; Endang Iswarini.

Upacara dihadiri Wakil Bupati Sijunjung H. Arrival Boy, Forkopimda, Sekdakab; Zefnihan, pejabat teras Pemkab, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwira Kodim dan Polres serta ketua dan pengurus berbagai organisasi wanita. Peserta upacara, keluarga besar Korpri serta anggota Kodim dan Polres.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam pidato tertulis yang dibacakan Ketua Pengadilan Agama A. Hafizh Martius menyebutkan, dalam naskah Sumpah Palapa yang ditemukan pada kitab Pararaton tertulis: Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”.

Memang ada banyak versi tafsiran atas teks tersebut, terutama tentang apa yang dimaksud dengan “amukti palapa”. Namun meski sampai saat ini masih belum diperoleh pengetahuan yang pasti, umumnya para ahli sepakat bahwa amukti palapa berarti sesuatu yang berkaitan dengan laku prihatin sang Mahapatih Gajah Mada.
Artinya, ia tak akan menghentikan mati raga atau puasanya sebelum mempersatukan Nusantara. Sumpah Palapa tersebut merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Wilayah Nusantara yang disatukan oleh Gajah Mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan nasional  untuk mengikat wilayah Indonesia seperti yang secara de jure terwujud dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini.

“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, 20 Mei 2019, kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut. Kita berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita. Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam Pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa,” kata Rudiantara. –nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.