Portal Kabupaten Sijunjung

TUNAIKAN IBADAH PUASA PENUH PERHITUNGAN

0

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sijunjung H. Hidayahtullah mengimbau kaum muslimin untuk menunaikan ibadah puasa sebaik dan sesempurna mungkin serta penuh perhitungan.

“Bulan Ramadhan sarat dengan kebaikan. Untuk itu, kita berharap kaum muslimin mengisinya dengan menunaikan ibadah puasa sebaik mungkin serta perbuatan lain yang bernilai ibadah. Jangan kesempatan ini disia-siakan, karena tahun depan belum tentu kita bisa bertemu dengan bulan yang suci dan mulia ini,” kata Hidayahtullah, Jumat (26/5), di Muaro Sijunjung.

Jangankan setahun yang akan tiba, sepermeliar detik yang akan datang saja, tidak seorang pun mampu meramalkan apa yang akan terjadi. Sebab, bila Allah SWT berkehendak, air dalam gelas yang sudah di tangan, bisa tidak terminum.

Untuk itu, mumpung masih ada waktu dan kesempatan, isilah Ramadhan 1438 H ini dengan perbuatan amal kebajikan. Baik menunaikan ibadah puasa sebaik dan sesempurna mungkin serta penuh perhitungan, maupun bertadarus mengumandangkan Ayat Suci Al Quran serta mendermahkan sebagian harta kepada rakyat berkemampuan terbatas dan yatim piatu yang hidup dalam kelaparan dan kemelaratan, imbau ketua MUI.

Disamping berbuat amal kebajikan, Hidayahtullah juga mengajak kaum muslimin menjadikan momentum Ramadhan untuk mengevaluasi diri atas rahmat dan nikmat yang diberikan Allah SWT.

“Ramadhan adalah bulan pengampunan dan pembakar dosa. Untuk itu manfaatkanlah momentum ini untuk mengevaluasi diri. Harta yang diberikan Allah SWT, untuk apa dipergunakan, karena harta yang milik kita adalah yang dibelanjakan di jalan Allah.  Usia yang dijangkakan, dalam 1×24 jam berapa yang dipergunakan untuk melaksanakan perintah Allah, berapa untuk urusan dunia dan berapa untuk perbuatan yang mengandung dosa. Hitung-hitunglah diri sebelum Tuhan menghitungnya,” pesan ketua MUI.

Dari sekian banyak nilai dan keberuntungan yang terkandung dalam Ramadhan,  salah satu kemulian dan keagungan-Nya  adalah  Lailatul Qadr. Secara harfiyah laila berarti malam. Sedangkan Qadr  berarti takaran, ukuran serta sesuatu yang bernilai dan sesuatu yang terbatas.

Rasulullah SAW bersabda, ‘sesunguhnya bulan Ramadhan telah hadir di tengah-tengah kalian. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.’

Lailatul Qadr terjadi setiap tahun pada bulan suci Ramadhan, terutama pada sepuluh malam terakhir, lebih utamanya pada malam ganjil, yaitu 21, 23, 25, 27 dan malam ke-29. Lebih utama lagi pada malam ke-27. Disamping itu, malam Jumat yang jatuh pada hitungan ganjil, jelas Ketua MUI Hidayahtullah. nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.