Portal Kabupaten Sijunjung

TUMBUHKAN KESADARAN BUDAYA LEWAT KEGIATAN JEJAK TRADISI DAERAH

0

Era globalisasi yang serba cangggih selain berdampak positif. Di sisi lain juga membawa ancaman bagi kelangsungan dan kelestarian kebudayaan, antara lain dengan bergesernya nilai, peran, dan fungsi kebudayaan dalam kehidupan masyarakat. Banyak tradisi yang kini nyaris punah, padahal dalam kenyataannya tradisi tersebut telah mampu membentuk sikap, kepribadian, dan karakteristik tertentu bagi masyarakat pendukungnya.

Generasi muda harus diperkenalkan pada aspek-aspek kebudayaan dari luar lingkup kebudayaannya sendiri, sehingga diharapkan dapat mengikis etnosentrisme yang sempit dan meningkatkan pemahaman bahwa budaya yang ditumbuhkembangkan masing-masing etnik merupakan jati diri etnik yang bersangkutan.

Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman generasi muda tentang kebudayaan, Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung menggelar Jejak Tradisional Daerah (JETRADA) di Perkampungan Adat Nagari Sijunjung pada 25-28 April 2017, yang dijadwalkan akan dibuka Bupati Sijunjung Yuswir Arifin malam ini, Selasa (25/04).

Jejak Tradisi Daerah di Kabupaten Sijunjung melibatkan 90 orang peserta, terdiri dari siswa SLTA sederajat dan Guru Pendamping dari 3 Propinsi, yaitu Sumatera Barat (40 org), Sumatera Selatan (25 org) dan Bengkulu (25 org). Para peserta adalah siswa yang siap secara fisik dan mental untuk ambil bagian dalam rangkaian kegiatan yang akan dilakukan.

Sebagai unsur utama penilaian pada Jejak Tradisi Daerah kali ini mewajibkan seluruh peserta untuk membuat Karya Tulis Ilmiah (KTI) dengan tema “Keanekaragaman Budaya di daerah masing-masing” dengan topik upacara tradisional, permainan tradisional, makanan tradisional, peralatan tradisional, kerajinan tradisional, sistem kepercayaan tradisional, kesenian tradisional, tradisi lisan, arsitertur tradisional, bahasa, dan sistem matapencarian tradisional.

Dalam kegiatan ini, para peserta juga ditantang untuk menampilkan kesenian daerah masing-masing dalam durasi 10-20 menit. Peserta dengan penampilan kelompok terbaik mendapatkan hadiah/penghargaan. Bagi peserta Jejak Tradisional Daerah terbaik akan diikutkan pada Jejak Tradisional Nasional di Pontianak Kalimantan Barat pada Agustus 2017.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ramler, SH, MM menyatakan bahwa Jejak Tradisional Daerah ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahanan generasi muda tentang arti penting nilai budaya yang tercermin dalam kreativitas budaya masyarakat. Menurutnya generasi muda harus paham dengan keanekaragaman budaya sehingga tercipta rasa kebanggaan atas budaya daerah dan saling menghargai perbedaan budaya yang ada. Jejak Tradisi Daerah yang dilakukan di Kabupaten Sijunjung diharapkan bisa memberikan wawasan kegiatan lapangan bagi para peserta sebagai pelengkap pelajaran di sekolah.

“berkumpulnya dan berinterkasinya para peserta dengan latar budaya yang berbeda diharapkan bisa menjadi pengalaman yang bisa menumbuhkan kesadaran untuk mencintai budayanya sendiri”, tambah Ramler.

(budhi_Kominfo)@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.