Portal Kabupaten Sijunjung

TUGAS DAMKAR SUCI DAN MULIA

0

Wakil Bupati Sijunjung Arrival Boy berharap dan berpesan kepada petugas pemadam kebakaran (Damkar) melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan tulus ikhlas, supaya bernilai amal saleh di sisi Allah SWT.

“Tugas dan tanggungjawab yang diemban petugas Damkar suci dan mulia, karena menolong masyarakat yang sedang menerima cobaan dan ujian dari Allah SWT. Karena itu laksanakanlah dengan tulus ikhlas supaya bernilai amal saleh di sisi Allah SWT,” harap Wabup.

Harapan itu disampaikan Wabup Arrival Boy saat membuka pendidikan dan pelatihan (Diklat) dasar pemadam kebakaran yang diikuti 37 peserta, di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Muaro Sijunjung, Senin (1/8).

Pembukaan Diklat yang berlangsung sederhana, dhadiri ketua DPRD Mukhlis Rasyid, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda), kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan nara sumber.

“Disamping suci dan mulia, tugas dan tanggungjawab yang diemban petugas Damkar juga beresiko. Karena itu seharusnya petugas ini diasuransikan. Kita akan coba mengalokasikan dana pada APBD untuk mengansuransikan petugas Damkar ini,” kata Wabup disambut tepuk tangan oleh seluruh peserta Diklat.

Selain dengan tulus ikhlas, kepada personil Damkar, Wabup juga mengingatkan supaya memperhatikan beberapa prinsip ketika melaksanakan tugas dan tanggungjawab.

Diantaranya prinsip cepat dan tepat, prinsip prioritas, koordinasi, keterpaduan, berdaya guna, berhasil guna, akuntabilitas, non diskriminasi serta prinsip nonproletisi.

Prinsip cepat dan tepat ketika melaksanakan tugas dan tanggungjawab harus dilakukan sesuai ketentuan dan keadaan. Sedangkan prinsip prioritas, apabila terjadi bencana, kegiatan penanggulangan harus diprioritaskan dan diutamakan pada penyelamatan jiwa manusia.

Prinsip koordinasi, penanggulangan bencana didasarkan pada koordinasi yang baik dan saling mendukung, baik pihak pemerintah dan lembaga usaha mau pun masyarakat. Prinsip keterpaduan, penanggulangan bencana dilakukan oleh berbagai sektor secara terpadu yang didasarkan pada kerja sama yang baik dan saling mendukung.

Prinsip berdaya guna, mengatasi kesulitan masyarakat dilakukan dengan tidak membuang waktu, tenaga dan biaya yang berlebihan. Prinsip berhasil guna, kegiatan penanggulangan bencana harus berhasil dan mencapai sasaran, khususnya dalam mengatasi kesulitan masyarakat.

Prinsip akuntabilitas, penanggulangan bencana dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan secara etik dan hukum. Prinsip nondiskriminasi, pada waktu penanggulangan bencana tidak memberikan perlakuan yang berbeda terhadap jenis kelamin, suku, ras dan aliran politik.

Sedangkan prinsip nonproletisi, di waktu melaksanakan kegiatan penanggulangan bencana, dilarang menyebarkan agama atau keyakinan, terutama melalui pemberian bantuan pelayanan darurat bencana, urai Wabup Arrival Boy. –nas.sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.