Portal Kabupaten Sijunjung

TERIMA KENYATAAN JANGAN STRES

0

Dalam mengarungi hidup dan kehidupan di atas dunia ini, tidak setiap keinginan tercapai dan terwujud sesuai kehendak. Selaku insan lemah manusia harus siap menerima kenyataan itu. Jika tidak siap, di situlah munculnya stres dan strok.

Selain tidak setiap keinginan tercapai dan terwujud sesuai kehendak, setiap yang dicintai dan disayangi juga akan pergi dan berlalu, karena di atas dunia ini tidak ada yang kekal dan abadi. Bahkan kehidupan akan berakhir dengan kematian.

Menghadapi kenyataan ini, setiap umat, termasuk pejabat, harus siap menerimanya. Jika tidak siap, kehidupan akan diwarnai  dengan stres dan putus asa sebelum kematian datang menjelma,” kata buya H. Ibrahim, Rabu (21/12), di Muaro Sijunjung.

Disamping menyiapkan diri untuk menghadapi fakta dan kenyataan, Ibrahim juga mengimbau semua unsur masyarakat supaya kanaa dalam mengarungi hidup dan kehidupan.
Kebahagiaan seseorang bukannya terletak pada harta yang melimpah, jabatan banyak dan pangkat tinggi, tapi sejauh mana orang itu  mampu menikmati apa yang  dimiliki.

Artinya kanaa dalam hidup. Disitulah letak kebahagiaan, sebab orang yang kanaa dalam hidupnya, tidak banyak tuntutan. Dia merasa cukup dengan apa yang dimiliki.

Justru itu, kaum muslimin dan muslimat, boleh bercita-cita, tapi jangan ambisius, karena jabatan banyak, pangkat tinggi dan harta yang berlimpah tidak jaminan untuk hidup tenang, tentram dan damai, kata  Ibrahim.

Yang harus dicari oleh kaum muslimin dan muslimat selaku umat yang beriman, adalah ketenangan jiwa dan ketentraman batin, dengan memperbanyak zikir kepada Allah SWT, disamping tabah, sabar dan tawakal.

Dalam mengarungi hidup dan kehidupan di alam fanah ini, ketabahan dan kesabaran sangat dituntut, supaya  tidak cepat emosi, prustasi dan putus asa. Karena tidak semua keinginan dan cita-cita akan tercapai.

“Sebagai insan lemah kita hanya bisa berencana, sedangkan keputusan berada di tangan Tuhan. Lagi pula takdir dan suratan sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Kita tidak mampu mengelak, apa lagi menolaknya. Yang harus diperbuat dan disikapi, adalah menjalaninya dengan tabah dan tawakal. Apa yang terjadi, itulah yang terbaik menurut Allah SWT, karena di balik semua itu ada rahasiah Tuhan yang tidak kita ketahui,”  papar Ibrahim.

Bila seluruh umat Islam mampu menarik tali merah ke titik kesimpulan seperti ini, niscaya akan selamat di dunia dan di akhirat serta tidak akan ambisius lagi dalam mengejar pangkat, jabatan dan kekayaan, karena kebahagian tidak terletak di atas pangkat dan jabatan itu, melainkan pada  jiwa yang tenang serta  batin yang tentram dan pikiran yang jernih. –nas.sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.