Portal Kabupaten Sijunjung

SISAWAH AKAN DIJADIKAN SENTRA PRODUKSI ANYAMAN ROTAN

0

Untuk mewujudkan sebuah nagari memiliki produk sendiri (one village, one product) pemerintah daerah melalui dinas Koperindag kabupaten Sijunjung serta, kelompok kerajinan Rotan Ngalau Antobuong yang terletak di Jorong Koto Baru, Nagari Sisawah, Kecamatan Sumpur Kudus akan menjadikan sentra anyaman rotan di daerah tersebut.

Selain merupakan salah satu Usaha Kecil Menengah (UKM) yang sudah berjalan dengan baik, baik dari segi produksi maupun pemasarannya, bahkan hasil kerajinan anyaman rotan tersebut sudah sampai ke berbagai daerah. Selain mampu mendobrak perekonomian masyarakat di daerah tersebut, hasil kerajinan rotan juga diharapkan mampu menjadikan ikon Kabupaten Sijunjung.

Syafdiwarman, salah seorang pengrajin Rotan di kenagarian Sisawah mengatakan, awal dibentuk pada tahun 2015 lalu, jumlah anggota hanya empat orang, namun seiring terbukanya peluang ekonomi dan memilki potensi, kelompok tersebut semakin berkembang dan bertambah anggotanya yang saat ini telah berjumlah 8 orang pengrajin.

Untuk pemasaran, awalnya Syafdiwarman hanya mencoba menawarkan ke pedagang kerajinan rotan di Silungkang. Setelah berhasil menarik perhatian pedagang kerajinan di Silungkang, Syafdiwarman mencoba mencari peluang di kabupaten Tanah Datar dan Bukit Tinggi. Awal pemasaran hasil kerajinan rotan kelompok ini memang sedikit menggiurkan. Karena kontrak pertama yang diperoleh kelompok Ngalau Antobuong ini terbilang besar, mencapai 300 unit kerajinan berbagai jenis, mulai dari ayunan, kursi, hingga tempat buku. Namun karena biaya operasi yang besar, dan kelompok tidak memiliki dana, kontrak kerja tersebut tidak bisa terpenuhi sepenuhnya.

Jika untuk kebutuhan lokal, kelompok tersebut memanfaatkan rotan yang terdapat di hutan kenagarian Sisawah, namun jika untuk kebutuhan luar daerah, kelompok membeli bahan rotan dari luar. “Kami tidak memiliki waktu untuk mencari bahan baku di hutan, kami mesti membeli dari luar, terkadang biaya untuk membeli bahan baku itu juga menjadi kendala bagi kelompok,” tambahnya

Dalam proses pembuatan anyaman rotan tersebut, saat ini dinas terkait sudah melakukan pelatihan kepada masyarakat setempat terkait produksi anyaman rotan. “Setelah kita berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian Koperasi dan UKM, kita mendapat bantuan Split, alat yang digunakan untuk membelah rotan, dan alat itu belum kami pergunakan karena baru pelatihan,” ujarnya.

Kepala dinas Koperindag Em Yasri yang didampingi salah seorang Kabidnya Hendri Nurka mengatakan. “Setelah kita melihat potensi yang ada di daerah tersebut,dan berencana akan menjadikan nagari Sisawah sebagai sentra produksi kerajinan anyaman rotan, sebelumnya kita juga telah melakukan ferivikasi produk, dan memang memiliki hasil yang bagus. Untuk saat ini ada 25 orang yang sedang mengikuti pelatihan di BDI provinsi,” tuturnya, Selasa (17/1).

Selain dari nagari Sisawah, ia juga mengatakan bahwa ada beberapa nagari lainnya yang juga memiliki potensi untuk dijadikan sentra produksi, seperti di nagari Tanjung Gadang dengan produksi sulamannya, nagari Padang laweh dengan olahan pucuk ubinya dan nagari lainnya. Untuk saat ini baru satu nagari yang sudah dijadikan sentra produksi, yaitu nagari Unggan, kecamatan Sumpur Kudus yang terkenal dengan hasil tenunnya. –Endo.sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.