Portal Kabupaten Sijunjung

SIJUNJUNG TERBAIK PELAKSANAAN BBGRM

0

Setelah dinilai secara ketat dan teliti oleh tim dari 29 September sampai 12 Oktober, Sijunjung terpilih sebagai kecamatan terbaik dalam pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat kabupaten tahun 2016.

Sedangkan Nagari Latang (Kecamatan Lubuk Tarok), Nagari Mundam Sakti (Kecamatan IV Nagari), Padang Laweh (Koto VII), Kandang Baru (Sijunjung), Sisawah (Sumpur Kudus) dan Nagari Batu Manjulur (Kecamatan Kupitan), terbaik I sampai harapan III.

Atas keberhasilan itu, Kecamatan Sijunjung menerima piala dan satu unit mesin pemotong rumput. Sementara nagari terbaik I sampai harapan III, disamping piala, juga memperoleh uang pembinaan Rp7 juta, Rp4 juta, Rp3 juta, Rp2,5 juta, Rp2 juta dan Rp1,5 juta.

Hadiah untuk kecamatan dan nagari terbaik itu, diserahkan Wakil Bupati Arrival Boy dan unsur Forkopinda kepada camat dan walinagari pada penutupan BBGRM tingkat Kabupaten Sijunjung, Selasa (6/12), di lapangan sepakbola Nagari Lalan, Kecamatan Lubuak Tarok.

Disamping Forkopinda, penutupan BBGRM juga dihadiri pejabat teras Pemkab, kepala SKPD, Kabag, camat dan walinagari se-Kabupaten Sijunjung. serta muspika, tokoh dan pemuka masyarakat Lubuak Tarok.

Wakil Bupati mengatakan, guna menghidupsuburkan budaya gotong royong (goro)  dan hidup bersih di tengah masyarakat, pemerintah menetapkan pelaksanaan BBGRM diseluruh pelosok tanah air.

BBGRM yang dilakukan pada setiap nagari, desa dan kelurahan sebulan penuh, melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan lembaga seperti LPM, PKK dan lembaga kemasyarakatan lain, dengan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat.

”Meski untuk tingkat Kabupaten Sijunjung BBGRM tahun 2016 kita tutup hari ini (Selasa –Red), namun saya berharap budaya goro tetap diterapkan, karena menerapkan budaya goro dalam penghidupan sehar-hari, bagi anak nagari di Kabupaten Sijunjung merupakan satu tuntutan dan keharusan,” harap Wabup.

Dikatakan merupakan tuntutan dan keharusan, karena nilai-nilai goro yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, adalah bagian dari budaya daerah yang perlu dilestarikan supaya lebih berhasil dan berdaya guna.

Disamping itu, goro juga untuk memperkuat integritas sosial budaya masyarakat di nagari dan jorong serta memperkokoh kesatuan bangsa dan negara, karena sejarah perjalan daerah telah membuktikan bahwa semangat dan nilai kegotong royongan yang ada sejak dulu kala, telah menjadi modal dasar yang sangat berarti dalam pelaksanaan pembangunan.

Budaya goro yang digalakan, tidak hanya sekedar bekerja sama dalam mengerjakan fisik, tapi juga merupakan filosofi  dan semangat kehidupan yang memiliki kekuatan dahsat untuk mewujudkan berbagai hal yang bersifat non fisik.

Selain menghidup suburkan budaya goro, pelaksanaan BBGRM juga untuk memacu pembangunan nagari yang tujuan akhirnya meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, jelas Wabup Arrival Boy. –nas.sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.