Portal Kabupaten Sijunjung

Sijunjung Peroleh Predikat B Dalam Hasil Evaluasi Penerapan SAKIP

0

Sijunjung, MC Sijunjung – Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat menjadi salah satu dari 11 Kabupaten/Kota memperoleh predikat B, dalam hasil evaluasi penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) pemerintah Kabupaten/Kota wilayah I tahun 2019 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Penghargaan langsung diterima Bupati Sijunjung, Yuswir Atifin pada yang secara langsung diserahkan Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo, Senin (10/2/20) di Kota Batam

Pada kesempatan yang sama Bupati Sijunjung turut didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sijunjung, Zefnihan dan Inspektur Daerah Sijunjung, Welfiadril.

Bupati Sijunjung menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tim yang sudah bekerja keras sehingga dapat meningkatkan prestasi dari tahun sebelumnya.

“Hasil yang kita raih ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Sijunjung untuk selalu mengevaluasi kinerja OPD setiap tahunnya,” ujar Bupati kepada MC Sijunjung, Rabu (12/2/20) melalui pesan singkatnya.

” Dengan harapan semakin efektif, efisien dalam melaksanakan tupoksi dan memanfaatkan anggaran yang ada,” tambah Bupati”

Selain Kabupaten Sijunjung, Kota Padang Panjang, Kota Sawahlunto, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, Kota Solok, Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Pasaman juga memperoleh predikat B.

Untuk yang memperoleh Predikat BB Provinsi Sumatera Barat, yakni Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh dan Kota Padang.

Sementara itu Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Pariaman masih memperoleh predikat CC.

Penilaian evaluasi SAKIP, melalui proses yang ketat dengan banyak tahapan yang harus dilelalui kata Menteri PANRB Tjahjo Kumolo usai menyerahkan hasil evaluasi SAKIP di disson Golf and Convention Centre Kota Batam Kepulauan Riau, Senin.(Dikutip dari Antaranews.com)

“Misalnya lewat WTP dulu, kemudian pengelolaan anggaran dulu, dana alokasi dari pusata apakah bisa habis atau tidak,” ujar Menteri.(Noven)/infopublik.sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.