Portal Kabupaten Sijunjung

SIJUNJUNG MILIKI BERBAGAI OBJEK WISATA

0

sjjmilikiSebagaimana daerah lain, Kabupaten Sijunjung juga memiliki berbagai objek wisata yang cukup indah dan menarik untuk dikunjungi.Jalur wisata yang indah dan menarik itu, dimulai dari istano Rajo Alam di Nagari Kumanis. Setelah itu, di Nagari Sumpur Kudus ada istano Rajo Ibadat. Dengan terus ke Manganti, di nagari itu akan dibangun perpustakaan pada areal seluas 15 hektare,  kata Bupati Sijunjung Yuswir Arifin Datuak Indo Marajo, di ruang kerjanya, Jumat (3/2).

Bila perjalanan wisata dari Manganti diteruskan ke Durian Gadang dan Silokek, pada kedua nagari itu akan ditemui beragam objek wisata. Diantaranya lokomotif yang bernilai sejarah, perkuburan orang Belanda penemu pertama batu bara, arung jeram, air terjun dan Ngalau Basurek.

Dari Durian Gadang, di Calau, di Pudak dan di Surau Simauang, ada objek wisata relijius. Sementara di Jambu Lipo, ada kerajaan Jambu Lipo. Jika terus ke Nagari Aie Angek, akan ditemui Ngalau Loguang. Terus ke Kamang Baru, akan dijumpai tempat rekreasi yang lengkap, Telabang Sakti.

Objek wisata di Kabupaten Sijunjung yang tidak kalah menariknya, adalah perkampungan adat. Bahkan sekarang perkampungan adat Nagari Sijunjung tidak saja menjadi buah bibir bagi masyarakat Provinsi Sumatera Barat, tapi sudah dikenal di tingkat nasional dan bangsa berbagai negara.

Perkampungan adat Nagari Sijunjung dikenal bangsa berbagai negara, tidak hanya karena sedang diusulkan ke organisasi Unesco untuk dijadikan warisan dunia, tapi karena miniatur perkampungan adat ini berhasil meraih juara III dalam Festival Bunga Internasional Tomohon yang digelar di Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara, jelas bupati.

Miniatur perkampungan adat Nagari Sijunjung meraih juara III dalam Festival Bunga Internasional Tomohon yang digelar di Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara. Pada hal festival yang  diselenggarakan, diikuti 24 negara. Antara lain dari Amerika, Prancis, India, Filipina, Newzelan dan Polandia.

Atas prestasi dan keberhasilan yang diraih, Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Barat yang menampilkan miniatur perkampungan adat Nagari Sijunjung, memperoleh piala dan sertifikat dari panitia pelaksanaan Tomohon International Flower Festival, ulas bupati.

Di sisi lain bupati menjelaskan, perkampungan adat Nagari Sijunjung yang di dalamnya terdapat 76 unit rumah gadang, memiliki keunikan dari segi budaya dan adat istiadat. Bahkan, dalam persentasi warisan dunia (Unesco), perkampungan adat Nagari Sijunjung masuk nominasi tiga besar nasional.

Bila perkampungan adat Nagari Sijunjung sudah terdaftar pada Unesco yang merupakan organisasi dunia, banyak manfaat dan keuntungan yang bisa dipetik oleh masyarakat Sumbar dan Kabupaten Sijunjung umumnya serta warga Nagari Sijunjung khususnya.

Jika telah terdaftar pada Unesco, perkampungan adat Nagari Sijunjung akan menjadi pembicaraan hangat di tingkat dunia. Setelah mengetahui, akan muncul keinginan untuk melihat lebih dekat, sehingga tamu dari berbagai bangsa dan negara akan berdatangan ke Sijunjung ini.

“Setiap tamu yang datang pasti akan membelanjakan uangnya, sehingga roda perekonomian rakyat Sumbar pada umumnya dan warga Sijunjung khususnya, akan bergerak naik. Tinggal lagi sejauh mana kita mampu memanfaatkan peluang yang ada,” kata Bupati Yuswir Arifin. –nas “ sijunjung.go.id”

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.