Portal Kabupaten Sijunjung

SEBANYAK 105 PEKERJA ANAK AKAN KEMBALI KESEKOLAH

0

Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Sosnakertrans) Kabupaten Sijunjung, terus berupaya mengurangi pekerja anak di daerahnya. Tahun 2016 ini,  sebanyak 105 pekerja anak yang putus sekolah menyatakan kembali ke sekolah.

 “ Tahun 2016 ini ada 105 pekerja anak dari keluarga miskin yang kembali ke dunia pendidikan,” kata Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Sosnakertrans Kabupaten Sijunjung, Firdaus, diruang kerjanya, Selasa (21/6).

Kepastian ke-105 pekerja anak yang putus sekolah kembali ke dunia pendidikan setelah tim pelaksana dan tim teknis serta pendamping melakukan pembinaan dan memberikan motivasi kepada pekerja anak dari berbagai nagari di kabupaten berjuluk Ranah Lansek Manih beberapa waktu lalu.

Para pekerja anak ini, sambung dia, telah diberi bimbingan untuk berhenti mengeluti pekerjaannya dan memilih kembali ke sekolah.” Allamdulilah, para pekerja anak ini sudah membuat surat pernyataan kembali ke sekolah,” ucap Kepala Bidang Tenaga Kerja.

Selama masa pembinaan, lanjut dia, mereka didampingi 15  orang pendamping pekerja anak atau 10 anak didampingi seorang pendamping. Para pekerja anak itu mengikuti kegiatan di lima selter yang ada di kabupaten ini.

Mereka segera didaftarkan ke sekolah atau mengikuti program kejar paket.” Dari 105 pekerja anak, sebanyak 11 anak akan didaftarkan ke Sekolah Dasar, 18 anak ke SMP, 6 anak ke SMA, 36  anak kejar paket A, 23 anak kerja paket B, 3 anak kejar paket C serta 8 anak kejar paket ketarampilan,” jelasnya.

Sebelum didaftarkan ke sekolah atau mengikuti program kejar paket, Pemerintah Kabupaten Sijunjung melalui Dinas Sosnakertrans telah memberikan peralatan sekolah seperti alat tulis, buku, tas, pakaian olahraga dan sepatu serta kaus kaki kepada 105 anak putus sekolah usia  9 s/d 17 tahun.

Selain peralatan sekolah, anak dari keluarga miskin ini juga diberikan uang pendampingan sebesar Rp250 ribu peranak perbulan.Uang pendampingan itu diberikan selama empat bulan.

 “Secara simbolis bantuan peralatan sekolah dan uang pendampingan sudah diserahkan langsung oleh Wakil Bupati, Arrival Boy kepada peserta program PPA-PKH beberapa waktu lalu,”  katanya.

Firdaus mengatakan, program PPA-PKH ini dimaksud memutus mata rantai pekerja anak untuk kembali bersekolah khususnya yang berasal dari keluarga miskin.”Kita berharap program ini terus digulirkan sehingga anak putus sekolah dapat kembali melanjutkan pendidikannya,” harapnya.-zet.sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.