Portal Kabupaten Sijunjung

SAYANGI ANAK, KELOLA GADGETNYA (Bagian Ke-1)

0

Rasa sayang para orang tua, sering ditunjukan dengan pemberian gadget sebagai hadiah atau sekedar meminjamkan kepada anak. Bahkan tidak jarang pula gadget menjadi sarana andalan dalam “pengasuhan” anak-anak ditengah kesibukan orang tua. Sejalan dengan kondisi demikian, diharapkan para orang tua juga menyadari bahwa adanya dampak negatif penggunaan internet bagi anak-anak. Kesalahan pencarian dapat mengarahkan ke konten negatif, seperti   pornogarfi, kekerasan, perjudian, dll. Secara tidak sengaja anak-anak bisa dengan mudah melihat konten khusus orang dewasa atau hal-hal yang berhubungan dengan tindakan-tindakan kekerasan, perjudian, dan lain sebagainya.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika sudah memiliki program disebut Internet Sehat dan Aman (INSAN) untuk memfilter atau memblokir konten negatif, seperti Trust Positif, DN Nawala, dll. Dr. Rernat Arli Aditya Parikesit (2016) berpendapat bahwa kebijakan Pemerintah maupun tools dari swasta semua tidak ada gunanya, jika orang tua tidak berperan aktif dan kritis dalam melindungi anaknya terhadap konten negatif (https://inet.detik.com/cyberlife/d-3228222/melindungi-keluarga-dari-konten-negatif-dunia-maya).

Saat ini, cukup banyak artikel yang menyajikan cara-cara yang dapat dilakukan oleh para orang tua, untuk melindungi anak-anak terkait menggunakan gadget dalam berselancar. Vessy Frizona (Okezone, 1 Maret 2017), yang mengutip rilis Netnanny terkait cara orang tua untuk melindungi anak dari konten negatif antara lain : pengunaan filter internet.

Secara umum penggunaan filter internet dapat dilakukan dengan metode sederhana maupun metode yang lebih kompleks. Tulisan bagian pertama ini, mencoba mengulas secara ringkas tentang penggunaan fitur “Setelan” atau “Pengaturan” yang dapat membatasi atau menyaring konten internet secara sederhana.

Para orang tua dapat mengatur dan / atau memfilter konten negatif secara sederhana dengan memanfaatkan fitur yang dinamakan restriction atau kontrol orang tua / parental control, yang mana fitur tersebut telah tersedia masing-masing aplikasi masing-masing. Fitur tersebut perlu diaktifkan, karena pada saat membeli / menginstal, masih dalam posisi “mati”. Aplikasi play store, youtube, google, chrome, dll, telah memiliki fitur pengaturan-pengaturan tertentu, dimana sebagian dapat berfungsi untuk penyaringan konten negatif. Para orang tua hanya perlu “mengaktifkan” fitur tersebut pada gadget yang akan diserahkan atau dipinjamkan kepada anak-anaknya.

Secara ringkas pengaktifan fitur pengaturan dalam rangka membatasi atau memfilter konten negatif pada yang telah terpasang pada masing-masing aplikasi sebagai berikut :

  1. Mengaktifkan aplikasi (Play Store, Youtube, Google, dan sejenisnya).
  2. Membuka / Meng-“klik” Menu (biasanya disimbolkan dengan tiga buah garis /titik, yang berada pada sudut kira atau sudut kanan atas), kemudian akan muncul Sub-Menu “Setelan” atau “pengaturan”.
  3. Memilih Sub-menu “Setelan” / “Pengaturan”, kemudian muncul Sub-sub-menu yang dapat dipilih dan diaktifkan sesuai fasiltas yang tersedia. Aplikasi Google, menyediakan Sub-sub-menu “Akun & Privasi” yang memuat “Filter Telusur Aman”. Aplikasi Chorme, menyediakan Sub-sub-menu “Privasi” yang diantaranya memuat “Penelusuran Aman”. Aplikasi Youtube menyediakan Sub-sub-menu “Umum” yang memuat “Mode Terbatas”. Selanjutnya aplikasi Play Store, memiliki Sub-sub-menu “Kontrol Pengguna” yang memuat “Kontrol Orang Tua”. Untuk mengaktifkan Sub-sub-menu “Kontrol Orang Tua” pada aplikasi Play Store memiliki langkah-langkah tambahan, yaitu mengisi PIN berupa angka (4 karakter), dan menyetel batasan konten berdasarkan rating sesuai dengan pilihan umur anak. Terdapat lima rating pilihan berdasarkan umur yaitu 3+, 7+, 12+, 16+ dan 18+.
  4. Menguji perbedaan sebelum dan sesudah mengaktifkan fitur pengaturan dan/atau filter konten negatif. Jika mempunyai cukup waktu, ada baiknya jika orang tua mencoba menguji perbedaan kondisi antara “sebelum” dan “sesudah” filter diaktifkan. Hal tersebut dapat berguna sebagai pertimbangan untuk meningkatkan cara penyaringan, misalnya menggunakan aplikasi tambahan, seperti NetNanny, DNS Nawala, dll.

Metode penyaringan secara sederhana sebagaimana diuraikan diatas, barangkali hanya efektif untuk anak-anak mahir dalam menggunakan aplikasi dan internet, karena pengaturan kontrol orang tua tersebut dapat diaktifkan kembali, kecuali pada Play Store yang membutuhkan PIN (Personal Indentification Numbers). Pemilihan cara memfilter konten negatif sebaiknya disesuaikan dengan usia anak dan tingkat kemahiran anak dalam menggunakan aplikasi dan internet. (Dikutip dari berbagai sumber). Mitropi,@Sijunjung,go.id.

Kata Kunci : #Cara Sederhana Memfilter Gadget Anak,   Mengelola Gadget Anak.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.