Portal Kabupaten Sijunjung

RINGANKAN BEBAN EKONOMI RAKYAT

0

Ribuan kaum muslimin dan muslimat sujud dan tafakur di lapangan M. Yamin Muaro Sijunjung, menunaikan Shalat Idul Fitri 1437 H. Ramainya jemaah, karena shalat Idul Fitri yang diimami  Wakil Bupati Sijunjung H. Arrival Boy diikuti segenap lapisan masyarakat bersama pegawai, pejabat dan para perantau yang pulang kampung.

Dalam kesempatan itu Bupati H. Yuswir Arifin Datuak Indo Marajo mengajak serta berharap kaum muslimin dan muslimat mengimplementasikan kemenangan yang diraih pada bulan berikutnya, supaya kemenangan itu tidak kehilangan makna.

Hari kemenangan telah tiba. Kaum muslimin dan muslimat yang beriman  berhasil merebutnya setelah berjuang sebulan penuh menahan haus dan lapar serta nafsu angkara murka.

“Berat memang. Namun mempertahankannya jauh lebih berat dari pada meraihnya. Bila kita tidak mengimplementasikan pada bulan berikutnya, niscaya kemenangan yang diraih akan kehilangan makna,” kata bupati.

Ramadhan adalah bulan melatih diri, jiwa, sikap dan perbuatan bagi kaum muslimin dan muslimat. Hasil latihan itu harus diimplementasikan pada bulan berikutnya, ulas bupati.

Karena itu, selain peningkatan, bulan Syawal juga merupakan periode awal dalam menerap dan mewujudkan segala hikmah yang terkandung dalam kesucian dan kemuliaan Ramadhan.

Selain menelaa hasil perjuangan selama Ramadhan, bupati juga mengimbau dan mengajak masyarakat Sijunjung menjadikan momentum Idul Fitri untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan guna menapak masa depan yang cukup berat dan kompleks.

Harapan lain, kaum muslimin dan muslimat diimbau menerapkan hasil latihan selama Ramadhan untuk hidup sederhana serta mensosialisasikannya dengan memperbanyak berbuat amal kebaikan, terlebih meringankan beban ekonomi yang menghimpit rakyat berkemampuan terbatas, dengan cara mendermakan sebagian harta yang dimiliki.

Senada dengan bupati, Pembantu Rektor I IAIN Imam Bonjol Padang; Ikhwan Matodang dalam khutbahnya juga mengajak kaum muslimin dan muslimat mensosialisasikan nilai-nilai Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ramadan 1437 H telah berlalu dengan segala kebesaran dan keagungannya. Ia tak akan pernah kembali walau sejenak. Namun nilai Ramadhan tidak boleh pergi bersama kepergian bulannya. Pengaruh dan pelajarannya tidak boleh hilang begitu saja. Nilai-nilai Ramadhan harus membumi dalam kehidupan nyata. Menghiasi watak, prilaku dan budi pekerti serta menjadi nafas hidup dan nada detak jantung keseharian kita,” kata Ikhwan Matodang.

Seusai shalat Id, seluruh jemaah bersilaturrahim di Balairung Lansek Manih dan di halaman Kantor Bupati, sambil menikmati berbagai makanan yang disediakan Pemkab Sijunjung.

Saking banyaknya makanan yang disediakan Pemkab, seperti sate, pecal, gado-gado, miso, soto, es cendol, es teler dan es tebak, halaman Kantor Bupati yang cukup luas tidak ubahnya seperti pasar yang dipadati pengunjung dan pedagang. –nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.