Portal Kabupaten Sijunjung

PESERTA UPACARA BERIKRAR

0

Upacara  peringatan hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-108, di halaman Kantor Bupati Sijunjung, Jumat (20/5) berlangsung tertib dan khidmad.

Bertindak selaku inspektur dan komandan upacara Bupati Yuswir Arifin Datuak Indo Marajo serta pegawai Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika  (Dishubkominfo), Fadli.

Pengibar bendera merah putih juga dipercayakan kepada pegawai Dishubkominfo, Doni Guswandi, Idham Said dan Hadissyam Kudus. Begitu pula teks pembukaan UUD 1945, juga dibacakan oleh pegawai Dishubkominfo, Hendru Young.

Upacara dihadiri forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), pejabat teras Pemkab, segenap kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta perwira Kodim dan Polres. Peserta upcara, keluarga besar KORPRI serta anggota Kodim dan Polres.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam sambutan tertulis yang dibacakan bupati menyebutkan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara demokrasi berlandaskan ideologi Pancasila yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan adat istiadat yang hidup di tengah masyarakat.

Wilayah NKRI yang  terbentang luas dari Sabang hingga Merauke, terdiri dari 17.508 pulau yang dihuni oleh 254,9 juta jiwa penduduk dengan 1.331 suku bangsa, 746 bahasa daerah dan garis pantai sepanjang 99.093 Km persegi, menjadi kewajiban seluruh komponen Bangsa Indonesia secara konsisten untuk menjaga, melindungi dan memelihara dari gangguan apa pun. Baik dari dalam mau pun dari luar, dengan cara menerapkan prinsip dan nilai-nilai nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari.

“Komitmen terhadap NKRI ini penting saya tegaskan kembali pada upacara peringatan Harkitnas ke-108 ini mengingat setelah sekian lama berdiri sebagai bangsa, ancaman dan tantangan akan keutuhan NKRI tidak selangkah pun surut. Bahkan melalui kemajuan teknologi digital, ancaman radikalisme mendapat medium baru untuk penyebaran paham dan praktiknya,” jelas menteri.

Sebelum membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Bupati Yuswir Arifin memandu peserta upacara dalam berikrar.

Ikrar yang terdiri dari tiga poin itu, berbunyi, 1. Membulatkan tekat untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai luhur Pancasila sebagai ideologi negara demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2. Menolak paham komunis, marxisme dan leninisme di Negara Kesatuan Republik Indonesia. 3. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Seusai upacara, Bupati Yuswir Arifin menerima deviden Bank Nagari tahun buku 2015 Rp11.561.339.934 dari pimpinan Bank Nagari cabang Sijunjung, Banteng Dono Sariro, untuk Pemda setempat. –nas.sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.