Portal Kabupaten Sijunjung

PERLU PENGKADERAN ULAMA

0

Di Kabupaten Sijunjung, kehidupan beragama berjalan cukup baik. Penduduknya yang mayoritas bergama Islam, dapat melaksanakan aktifitas keagamaan dengan tenang dan tentram.

Disamping adanya saling menghargai dan menghormati, terlaksananya kehidupan beragama dengan baik, juga didukung oleh jumlah rumah tempat beribadah yang cukup memadai, baik itu surau dan mushalla maupun masjid.

Begitu pula jumlah pemuka agama, ulama, khatib dan mubaligh, juga memadai. Namun tetap perlu pengkaderan dan pembinaan secara berkelanjutan, terutama di daerah terpencil, kata buya H. M. Daud, Rabu (5/4), di Muaro Sijunjung.

Pembinaan terhadap generasi muda berkaitan dengan kehiduapan beragama, juga berjalan cukup baik dengan tersedianya Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) dan Taman Pendidikan Seni Al Quran (TPSQ) dalam jumlah yang memadai.

Sementara keberadaan Perda Kabupaten Sijunjung Nomor 1 tahun 2003 tentang pandai baca Al Quran dan Perda Nomor 2 tahun 2003 tentang pakaian muslim, ikut memberikan penguatan kepada masyarakat untuk menjalankan kehidupan beragama secara lebih baik.

Terlebih sekarang, disamping semakin maraknya aktifitas surau, nuansa Islami di tengah masyarakat juga sudah semakin terlihat. Itu tercermin dari busana muslim dan muslimah yang dipakai kaum muslimin dan muslimah dalam menjalankan kegiatan sehari-hari, kaum bapak sudah berkopiah dan berbaju taluak balango. Sedangkan kaum ibu berbaju kurung dan berkerudung serta berjilbab.

Begitu juga pegawai, sebagian besar karyawannya sudah berkopiah pergi ke kantor, sementara karyawati mengenakan busana muslimah lengkap dengan jilbab.

Namun demikian, kesadaran masyarakat dalam menjalankan ajaran agamanya masih tampak beragam. Sebagian telah mampu merefleksikan penghayatan dan nilai-nilai agama yang diyakininya ke dalam aktifitas kehidupan sehari-hari, sehingga melahirkan kejujuran, semangat dan etos kerja yang tinggi serta saling menghargai.

Tapi sebagian lagi masih menjalankan aktifitas kehidupan beragamanya sebatas simbol dan belum sampai pada subtansi nilai-nilai ajaran Agama Islam yang dianiutnya, papar M. Daud. –nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.