Portal Kabupaten Sijunjung

PERANGKAT NAGARI IKUTI PELATIHAN SISKEUDES

0

perangkatSebanyak 184 perangkat nagari  se-Kabupaten Sijunjung yang terdiri dari wali, sekretaris dan bendahara nagari, mengikuti pelatihan sistem keuangan desa (Siskeudes) dari Rabu sampai Sabtu (7-10/9), di hotel Axana Padang.

Pelatihan yang dibuka Bupati H. Yuswir Arifin Datuak Indo Marajo, diselenggarakan aparatur Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagari (BPMPN) Kabupaten Sijunjung bersama Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) perwakilan Provinsi Sumatera Barat.

Pembukaan yang ditandai dengan penyerahan buku himpunan peraturan penyelenggaraan pemerintahan nagari kepada perwakilan, dihadiri ketua DPRD Kabupaten Sijunjung Mukhlis Rasyid, kepala BPKP perwakilan Sumbar, Dirjen Bina Pemerintah Desa Kemendagri, word bank serta Kabag Humas dan Protokoler H. Ruswan.

Maksud pelaksanaan pelatihan adalah memberikan ilmu pengetahuan dan keterampilan serta meningkatkan kemampuan dan wawasan wali, sekretaris dan bendahara nagari agar mampu menerapkan aplikasi sistem keuangan desa dalam pengelolaan keuangan nagari, kata Kepala BPMPN Medison, selaku ketua panitia pelaksana pelatihan.

Sedangkan tujuan pelatihan, terwujudnya kemampuan penyelenggaraan pemerintahan khususnya pada pengelolaan keuangan dengan baik dan benar. Tujuan lain, meningkatkan wawasan, ilmu pengetahuan dan keterampilan perangkat nagari dalam pengelolaan keuangan nagari serta terwujudnya tertib pengelolan keuangan nagari berbasis aplikasi sistem keuangan desa, jelas Medison.

Sesuai tujuan yang hendak dicapai, kepada seluruh wali, sekretaris dan bendahara nagari yang mengikuti pelatihan, Bupati Yuswir Arifin berharap dan bepesan supaya ilmu yang diperoleh selama pelatihan dikembangkan, diterapkan serta diaplikasikan dalam melaksanakan tugas.

Bupati mengatakan, di Kabupaten Sijunjung, dana yang dikelola nagari untuk memajukan pembangunan yang bermuara kepada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, meningkat dari tahun ketahun.

Kalau tahun 2015 dana yang dikelola 60 nagari, satu desa dan satu nagari persiapan nilai keseluruhan Rp45,369 miliar, tahun 2016 ini jumlahnya meningkat menjadi Rp101,664 miliar, dengan kata lain peningkatannya mencapai 224 persen.

Dana yang Rp101,664  itu, terdiri dari alokasi dana nagari Rp58,217 miliar, dana bagi hasil pajak/retribusi daerah Rp2,769 miliar serta dana desa dari APBN Rp40,677 miliar. Dari jumlah itu, setiap nagari mengelola dana Rp1,4 miliar sampai Rp2,4 miliar, jelas bupati.

Karena dana yang dikelola cukup besar, bupati mengingatkan seluruh perangkat nagari, terutama wali, sekrataris dan bendahara nagari supaya hati-hati dalam mempergunakan anggaran.

Artinya, pergunakan anggaran menurut semestinya. Jangan lakukan penyimpangan dan jangan mengambil kebijakan diluar ketentuan meski untuk kepentingan dinas, karena konsekwensinya adalah diri sendiri.

Terjadinya penyimpangan dalam penggunaan anggaran, ada dua penyebabnya. Pertama niat kedua peluang atau kesempatan. Tapi kalau niat tidak ada meski peluang terbuka lebar, penyimpangan tidak akan terjadi.

 “Karena itu, kepada seluruh perangkat nagari, terutama terhadap wali, sekretaris dan bendahara nagari yang megikuti pelatihan, saya berharap dan berpesan jangan pernah berniat untuk melakukan penyimpangan anggaran, supaya tidak berurusan dengan aparat penegak hukum, baik polisi maupun kejaksaan,” pesan Bupati Yuswir Arifin. –nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.