Portal Kabupaten Sijunjung

PENYAKIT TIDAK MENULAR MENINGKAT

0

Penyakit menular belum hilang, sedangkan penyakit tidak menular meningkat. Penyakit menular antara lain demam berdarah. Penyakit tidak menular, diantaranya sakit gula, strok, stres dan kanker.

Untuk mencegah penyakit menular, bersihkan lingkungan. Guna menghindari penyakit tidak menular, atur pola makan dan jaga pola pikir, kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung dr. H. Edwin Suprayogi, M. Kes dalam penyuluhan kesehatan, di halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sijunjung, Rabu (26/10).

Penyuluhan yang dilaksanakan seusai senam masal, diikuti kepala, pejabat dan pegawai Kantor Kemenag, pejabat dan pegawai Dinas Kesehatan, penyuluh agama dan tenaga honor serta pejabat dan pegawai dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Senam masal dan penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan untuk memeriahkan Hari Amal Bakti Kementerian Agama (HAB Kemenag) ke-71, Hari Korpri ke-45 dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52, diselenggarakan aparatur Kantor Kemenag bersama aparatur Dinas Kesehatan.

Penyebab terjadinya penyakit menular seperti demam berdarah, adalah virus dengue yang menular melalui gigitan nyamuk aedes aegypti pada siang hari dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00 WIB, ulas Edwin Suprayogi.

Nyamuk tersebut berkembangbiak di dalam dan di luar rumah pada ember, drum, tempayan, bak mandi, tempat minum burung, vas bunga, pelepah daun, tempurung kelapa, potongan bambu, ban bekas, lobang dan di berbagai tempat lainnya.

Upaya pencegahan, bersihkan lingkungan, karena lingkungan yang kurang bersih,   potensi timbulnya penyakit  demam berdarah. Kuras  bak mandi dan tempat penampungan air, tutup tempat penampungan air bersih serta kuburkan atau buang barang bekas yang dapat menampung air hujan.

Sedangkan upaya menghindari penyakit tidak menular seperti sakit gula, strok, stres dan kanker, atur pola makan dan jaga pola pikir. Jangan semua yang enak dimakan secara berlebihan, karena kadangkala yang enak itu ada yang tidak baik terhadap tubuh. Begitu pula dalam berpikir. Jangan terlalu membebani pikiran, karena membebani pikiran merusak kesehatan.

“Supaya kita tidak dibebani oleh pikiran yang bisa menimbulkan penyakit  gula, strok dan stres, nikmati apa yang kita miliki dalam mengarungi hidup dan kehidupan ini.  Artinya, apa yang kita miliki, ya itu yang kita nikmati, sehingga kita tidak menghayal dan berangan-angan lagi terhadap yang tidak kita miliki. Apa lagi yang dipikirkan dan dihayalkan sesuatu yang sulit dijangkau, diraih atau diperoleh,” pesan Edwin Suprayogi. –nas.sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.