Portal Kabupaten Sijunjung

PENJELASAN KADIS POL PP DAN DAMKAR TERKAIT PEMBERITAAN MOBIL DAMKAR NGANGUR

0

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Sijunjung, Mashariyanto membantah kabar bahwa mobil Damkar milik Satpol PP dan Damkab Sijunjung ngangur, karena tidak memiliki anggaran untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM).

Mashariyanto mengaku kedatangan dua unit mobil Damkar Posko Kumanis dan Kamang Baru ke Mako Satpol PP dan Damkar, Jumat (21/7) untuk meminta dana BBM rutin bulanan.

Sayangnya, sambung Mashariyanto, saat petugas Damkar Posko Kumanis dan Kamang Baru datang ke Posko Damkar di Muaro Sijunjung, Pejabat Pengelola Teknis Kegiatan (PPTK), belum melengkapi administrasi keuangan sehingga dana belum bisa dicairkan.

“Dana operasional BBM ada, Cuma saja ketika petugas Damkar Posko Kumanis dan Kamang Baru datang, PPTK belum melengkapi SPJ (surat pertanggungjawaban) sehingga dana BBM rutin belum bisa dicairkan, dan saat itu bendaharawan juga sedang sakit,” jelas Mashariyanto dalam keterangan pers kepada rekan-rekan wartawan di Kabupaten Sijunjung,  di Muaro Sijunjung, Senin (24/7).

Mashariyanto yang didampingi Ketua PWI Perwakilan Kabupaten Sijunjung, Syaiful Husein mengatakan, untuk mengatasi hal itu, Sekretaris Dinas Satpol PP dan Damkar bersama pejabat di instansi tersebut serta Komandan Regu (Danru) posko Kamanis dan Kamang Baru mengadakan pertemuan.

Dari pertemuan tersebut, lanjut dia, dana BBM rutin untuk kedua kendaraan Damkar itu sementara ditalangi Sekretaris dan Kepala Bidang  Trantib.” Ditalangi, karena dana operasional BBM rutin belum cair,” jelas Mashariyanto.

Ia menyebutkan, dana pinjaman sudah diberikan kepada Danru Kamunis dan Kamang Baru.Besarannya, BBM Posko Kumanis sebesar Rp300.000,- dan BBM Posko Kamang Baru Rp500.000,-.Setelah diberikan pinjaman, dua unit mobil Damkar tersebut kembali ke Posko,  baik ke Posko Kimanis maupun  ke Posko Kamang Baru.

Menurut Mashariyanto, seharusnya pencairan dana BBM rutin dua unit mobil Damkar dibayarkan setelah SPJ dilengkapi.Namun karena SPJ belum dilengkapi dan bendaharawan sedang sakit, maka pihaknya menyiasati kebutuhan BBM rutin mobil Damkar dengan memberikan pinjaman.

“Karena dana belum cair, maka operasional untuk pembelian BBM rutin Damkar kita tanggulangi dulu,” jelas Mashariyanto yang mengaku baru kembali dari Bogor, Sabtu (22/7).

Mashariyanto sebelumnya merasa keberatan atas berita media online dan cetak terbitan Sumatera Barat yang menyebutkan tiga unit armada mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Dinas Satpol-PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sijunjung terpaksa ngangur, karena tidak memiliki anggaran membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk operasional.-zet@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.