Portal Kabupaten Sijunjung

PENGAWASAN ALLAH LEBIH MELEKAT DARI PENGAWASAN SABER PUNGLI

0

Sebagaimana diberitakan koran terbitan Padang, Bupati Sijunjung H. Yuswir Arifin Datuak Indo Marajo mengingatkan para walinagari supaya tidak melakukan pungutan diluar ketentuan dan aturan, karena konsekwensinya diri sendiri.

Bupati mengingatkan para walinagari karena sekarang Pemkab Sijunjung sudah memiliki tim Saber Pungli (sapu bersih pungutan liar) yang siap menangkap dan proses pelaku Pungli siapa pun orangnya dan apa pun jabatannya.

Begitu pula supaya tidak berurusan dengan aparat penegak hukum selain tim Saber Pungli, baik polisi maupun kejaksaan, bupati mengingatkan seluruh walinagari agar hati-hati dalam mempergunakan anggaran.

Artinya, pergunakan anggaran menurut semestinnya. Jangan mengambil kebijakan diluar ketentuan meski untuk kepentingan dinas, karena konsekwensinya juga diri pribadi.

Bila walinagari sudah mempergunakan anggaran sebagaimana mestinya, dengan kata lain sudah berjalan di atas rel, tentunya kesalahan dan penyimpangan tidak akan ditemui, sehingga tidak akan berurusan dengan aparat penegak hukum, kata bupati.

“Namun menurut saya, hal yang juga sangat penting dan menentukan agar upaya mencegah dan memberantas korupsi yang diharapkan bisa tercapai, seluruh pejabat dan pegawai Pemkab Sijunjung melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan iman dan aqidah yang kokoh.

Artinya merasa diawasi oleh Yang Maha Kuasa dalam setiap pekerjaan. Karena bagaimana pun, pengawasan Allah SWT lebih melekat dan pasti dari pengawasan Saber Pungli dan pengawasan berbagai lembaga yang ada di atas dunia ini,” kata buya H. Nasrullah, Rabu (12/4), di Muaro Sijunjung.

Nasrullah menanmbahkan, pegawai dan pejabat adalah orang pintar. Tapi kalau kepintaran itu tidak diiringi dengan iman dan aqidah yang kokoh, hasil pekerjaannya buruk serta merugikan bangsa dan negara.

Lihat saja sekarang, karena disinyalir menyalahgunakan wewenang dan anggaran serta tidak mengerjakan proyek sesuai aturan dan ketentuan, banyak pejabat dan mantan penjabat  berurusan dengan aparat penegak hukum yang berakhir di kandang situmbin.

Selain tidak merasa diawasi Allah SWT, oknum pejabat itu juga tidak menanamkan dalam diri bahwa setiap tugas dan amanah yang diemban serta anggaran  yang dipergunakan akan dipertanggungjawabkan di Makamah Tuhan, sehingga terjadilah apa yang seharusnya tidak terjadi.

“Karena itu, disamping takut akan ditangkap dan diproses tim Saber Pungli serta polisi  dan kejaksaan, pejabat dan pegawai Pemkab Sijunjung hendaknya juga menanamkan dalam hati sanubari bahwa setiap gerak gerik kita diawasi oleh Allah SWT, supaya setelah jabatan berakhir kita tidak diperiksa aparat penegak hukum, tidak duduk di kursi pesakitan dan tidak menjalani masa pensiun di penjara,” harap Nasrullah. –nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.