Portal Kabupaten Sijunjung

Penerbitan KIA Untuk Melindungi Anak

0

Lubuk Tarok, MC. Sijunjung – Dari beberapa dokumen kependudukan yang disosialisasikan aparatur Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sijunjung terhadap masyarakat, di Unit Daerah Kerja Pemerintah (UDKP) Kecamatan Lubuk Tarok, Kamis (25/7), yang terbaru adalah Kartu Identitas Anak (KIA).

KIA  mulai diterapkan pada 2019 ini, sedangkan dokumen kependudukan lain, seperti akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan, Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) dan surat pindah sudah sejak lama diterbitkan.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Sijunjung, Febrizal Ansori, SH, M. Si bersama Kabid Pencatatan Sipil, Engdiarti, SE dalam sosialisasi yang diikuti unsur tata usaha jorong, pengurus dan anggota PKK nagari, pengurus dan anggota Dasawisma serta kader posyandu dalam Kecamatan Lubuk Tarok, menjelaskan dasar pertimbangan, tujuan, manfaat serta prosedur dan persyaratan penerbitan KIA.

Menurut Febrizal Ansori, dasar pertimbangan penerbitan KIA ada tiga poin. Pertama pada saat ini anak berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah tidak memiliki identitas penduduk yang berlaku secara nasional serta terintegrasi dengan sistim informasi dan administrasi kependudukan.

Kedua, pemerintah berkewajiban memberikan identitas kependudukan kepada seluruh penduduk Negara Indonesia yang berlaku secara nasional sebagai upaya perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara.

Ketiga, pemberian identitas kependudukan kepada anak akan mendorong peningkatan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik untuk mewujudkan hak terbaik bagi anak.

Sedangkan tujuan penerbitan KIA oleh pemerintah, adalah untuk peningkatan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik serta sebagai upaya memberikan perlindungan hak konstitusional warga negara.

Manfaat KIA, sebagai tanda pengenal atau bukti diri yang sah, untuk persyaratan pendaftaran sekolah, untuk pelayanan kesehatan di puskesmas dan di rumah sakit, untuk membuat dokumen keimigrasian, untuk mengurus klaim santunan kematian bagi pemegang KIA yang masih berlaku, untuk mencegah terjadinya perdagangan anak serta untuk berbagai keperluan lain yang membutuhkan bukti diri berupa identitas bagi anak.

Prosedur penerbitan, batas usia terakhir terhadap kepemilikan KIA 17 tahun kurang satu hari, karena berkaitan dengan batas usia kepemilikan KTP-el, yaitu 17 tahun.

Pemberlakukan KIA, usia 0 sampai 5 tahun tanpa foto. Setelah berusia 5 sampai 17 tahun  kurang satu hari, diterbitkan lagi dengan menampilkan foto pemilik. Setelah berusia 17 tahun, KIA digani dengan KTP-el.

Persyaratan yang harus dilengkapi dalam mengurus KIA, untuk anak berusia kurang dari 5 tahun, foto copy kutipan akta kelahiran dan memperlihatkan yang asli, KK dan KTP-el asli orangtua atau wali. Sedangkan untuk anak berusia 5 sampai 17 tahun kurang satu hari, persyaratan ditambah dengan foto berwarna ukuran 3×4 cm dua lembar.

“Supaya tujuan  penebitan KIA tercapai sesuai sasaran dan harapan, seluruh masyarakat, terutama yang mempunyai anak berusia 0 sampai 17 tahun  kurang satu hari, diimbau untuk mengurusnya pada Disdukcapil Kabupaten Sijunjung. Masyarakat tidak perlu ragu, karena mengurus penerbitan KIA tidak membayar, tidak susah dan tidak lama, asal persyaratannya lengkap,” jelas Febrizal Ansori. –nas@sijunjung.go.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.