Portal Kabupaten Sijunjung

PEMKAB SIJUNJUNG BANGUN 9 KIOS IKAN SELAMA ENAM TAHUN

0

Pemerintah Kabupaten Sijunjung melalui Dinas Peternakan dan Perikanan terus berupaya mengubah citra tempat penjualan ikan di sejumlah Pasar Nagari yang selama ini terkesan kumuh dan berbau menjadi bersih, rapi dan berstandar higienis.

Salah satu yang dilakukan Dinas Peternakan dan Perikanan setempat adalah membangun kios mini ikan. Pembangunan kios tersebut diharapkan menjadi tempat yang bersih sehingga nyaman bagi pedagang maupun pembeli.

 “ Sejak tahun 2010 hingga tahun 2016 ini sudah sembilan kios mini ikan kita bangun di sejumlah pasar nagari,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sijunjung, Yulizar, MP didampingi Kepala Bidang Perikanan, Ir.Sutarto, Selasa (27/12).

Kesembilan kios mini ikan tersebut tersebar disejumlah pasar nagari di kabupaten berjuluk Ranah Lansek Manih.Diantaranya, di Pasar Sijunjung, Pasar Sungai Tambang, Pasar Kumanis, Pasar Lubuk Tarok, Pasar Kamang Pasar Kunangan Parik Rantang, Pasar Muaro, Pasar Sijunjung dan kios mini ikan Pasar Tanjung Gadang.

Menurut dia, pembangunan kios ikan bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi konsumen dalam mengkonsumsi ikan.Bahkan, untuk menunjang aktivitas penjualan, pihaknya memberikan berbagai perangkat, seperti tabung oxigen, air rator, timbangan dan coll box untuk tempat penyimpanan ikan.

 “ Penataan ini kita lakukan agar tempat ikan yang mereka jual nersih, higienis dan mmenuhi aspek kesehatan,” katanya.

Seiring dengan itu, Dinas Peternakan dan Perikanan terus berupaya mengembangkan potensi perikanan tangkap dan budidaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dia mengatakan potensi perikanan tangkap dan budidaya di Kabupaten Sijunjung cukup besar.

Potensi perikanan tangkap dan budidaya tersebut tersebar di seluruh Kabupaten Sijunjung.Perikanan tangkap meliputi perairan umum, seperti sungai mencapai 1,210,46 km2, rawa 112,50 hektar dan telaga 38,46 hektar.

Sedangkan potensi budidaya perikanan meliputi budidaya kolam seluas 4.580 hektar, budidaya sawah 4.996 hektar, budidaya keramba 2.113 hektar, budidaya kolam air deras 134 unit, budidaya jaring apung 543 unit dan budidaya keramba tancap seluas 136,25 hektar.

 “Besarnya potensi itu membuat kami menyiapkan program kerja langsung yang menyentuh pembudidaya ikan melalui pemberian bantuan benih dan pakan ikan,” ujarnya.

Bantuan tersebut berhasil meningkatkan produksi ikan.Tahun 2015 saja produksi ikan di kabupaten berjuluk Ranah Lansek Manih, yakni 14.193, 49 ton. Dengan produksi sebanyak itu, rata-rata tingkat konsumsi ikan masyarakat Sijunjung hanya 33 kilogram per kapita pertahun.

 “Persentase rata-rata tingkat konsumsi ikan masyarakat kita masih belum memenuhi target konsumsi ikan nasional, yakni 50 kilogram per kapita pertahun.Dan untuk memenuhi target tersebut, kita terus berupaya potensi perikanan tangkap dan budidaya,” kata Sutarto.

Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan mengembangkan usaha dengan berbahan baku ikan. “Kalau bahan bakunya kita bisa memproduksi, kenapa tidak kita kembangkan menjadi suatu produk makanan yang bernilai jual tinggi pula,” harapnya.zet.sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.