Portal Kabupaten Sijunjung

Pelestarian Benda Cagar Budaya Untuk Peningkatan Ekonomi

0

Istilah Cagar Budaya barangkali masih belum terdengar akrab di telinga kita. Apa itu Cagar Budaya? UU Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, disebutkan bahwa Cagar Budaya merupakan warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan.

Secara spesifik dijelaskan bahwa Benda Cagar Budaya (BCB) adalah benda bergerak maupun tidak bergerak adalah hasil karya cipta manusia yang berusia 50 tahun atau lebih, memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan, dan memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa.

Pada dasarnya sebuah wilayah mempunyai banyak BCB yang dapat dijadikan sebagai sarana kegiatan pariwisata, pembelajaran, dan penelitian. Publikasi dan pelestarian BCB yang ada hendaknya menjadi perhatian serius bagi Pemerintah. Pemerintah Kabupaten Sijunjung harus menyediakan payung hukum untuk mengatur pengawasan BCB, melindungi dan menjaga bangunan atau artefak yang usianya di atas 50 tahun dan memiliki nilai historis tersendiri. Dengan payung hukum tersebut Pemerintah memiliki kekuatan untuk menindak siapa saja yang merugikan keberadaan BCB yang ada di Kabupaten Sijunjung.

Saat ini Kabupaten Sijunjung yang sudah memiliki 11 (sebelas) BCB Tidak Bergerak yang ditetapkan oleh Badan Pelestarian Cagar Budaya Propinsi Sumatera Barat Tahun 2012, yaitu:

  1. Makam Jambu Lipo I (Nagari Lubuak Tarok, Kec. Lubuak Tarok)
  2. Rumah Gadang 13 Ruang Suku Dalimo (Nagari Lubuak Tarok, Kec. Lubuak Tarok)
  3. Makam Syech M. Yasin (Nagari Limo Koto, Kec. Koto VII)
  4. Makam Syech Ibrahim (Nagari Sumpur Kudus, Kec. Sumpur Kudus)
  5. Makam Raja Ibadat (Nagari Sumpur Kudus, Kec. Sumpur Kudus)
  6. Rumah PDRI 1949 (Nagari Silantai, Kec. Sumpur Kudus)
  7. Makam Jambu  Lipo II (Nagari Lubuak Tarok, Kec. Lubuak Tarok)
  8. Komplek Makam Syekh Abdul Wahab (Nagari Muaro, Kec. Sijunjung)
  9. Surau Tinggi Calau (Nagari Muaro, Kec. Sijunjung)
  10. Situs Bekas Lokomotif Uap (Nagari Durian Gadang, Kec. Sijunjung)
  11. Rumah Gadang Kerajaan Sangkak Karojan (Nagari Aia Amo, Kec. Kamang Baru)

Pengelolaan pelestarian BCB yang ada di Kabupaten Sijunjung saat ini memang belum memberikan hasil yang optimal. Namun, saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung terus melakukan upaya kerja sama dan koordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Propinsi Sumatera Barat dalam kegiatan pelestarian, pelatihan dan penelitian.

Dengan adanya adanya kesepemahaman tentang arti penting pelestarian BCB ini, diharapkan agar kebudayaan tidak hanya menjadi ‘ota lapau’ yang berhenti dalam tataran diskursus saja. Seluruh elemen di Kabupaten Sijunjung seyogyanya bisa menempatkan BCB itu untuk dikelola dengan baik sehingga memberikan kontribusi yang nyata dalam membangun kesadaran budaya dan kecintaan terhadap daerah. Tidak hanya itu, BCB hendaknya turut memberikan arti bagi penguatan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan BCB sebagai objek wisata.

Perencanaan yang matang dan kerjasama sinergis dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga dalam mengelola dan memanfaatkan BCB sebagai objek wisata perlu diringi dengan perlidungan dan pelestarian sehingga tidak terjadi perubahan yang mengurangi atau menghilangkan nilai sejarah dan budaya secara kontekstual. Jika hal ini terwujud, lestarinya BCB dan meningkatnya perekonomian masyarakat di daerah sekitar akan bisa diwujudkan (budhi-kominfo@sijunjung.go.id)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.