Portal Kabupaten Sijunjung

Pada 2018 DAK Sijunjung Rp151 Miliar Lebih

0

Muaro. MC. Sijunjung, – Pada tahun 2018, Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dipergunakan untuk berbagai pembangunan di Kabupaten Sijunjung, berjumlah Rp151.105.085.000,00

Terdiri dari dana untuk pembangunan fisik Rp60,482 miliar serta dana untuk pembangunan non fisik Rp90.623.085.000,00 kata Kepala Badan Peencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPPEDA) Kabupaten Sijunjung, Febrizal Ansori, SH, M. Si, di ruang kerjanya, Rabu (23/1).

Rp60,482 miliar dana untuk  pembangunan fisik, terdiri dari DAK reguler Rp53,450 miliar dan DAK penugasan Rp7,032 miliar. Rp90.623.085.000,00 dana pembangunan non fisik, dipergunakan untuk membangun bidang pendidikan Rp75.781.773.000,00 membangun bidang kesehatan Rp13.887.551.000,00 serta dana pelayanan adminduk Rp953,761 juta.

Lebih rinci Febrizal Ansori menjelaskan, DAK reguler yang Rp53,450 miliar dipergunakan untuk membangun sarana dan prasarana pendidikan Rp7,828 miliar, untuk membangunan sarana dan prasarana kesehatan dan keluarga berencana Rp17,007 miliar, untuk air minum Rp1,416 miliar, sanitasi Rp1,328 miliar, idustri kecil menengah Rp2,080 miliar, pertanian Rp2,395 miliar, kelautan dan perikanan Rp713 juta, pariwisata Rp1,197 miliar dan untuk membangun jalan Rp19,486 miliar.

Sedangkan DAK penugasan yang Rp7,032 miliar dimanfaatkan untuk membangun pasar Rp2,499 miliar dan untuk membangun irigasi Rp4,533 miliar.

Rp75.781.773.000,00 dana pembangunan bidang pendidikan, dipergunakan untuk Biaya Operasional Penyelenggara (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Rp8,502 miliar, tunjangan profesi guru Rp63.912.095.000,00 tunjangan penghasilan guru Rp1,455 miliar dan untuk tunjangan khusus guru Rp1.912.678.000,00

Rp13.887.551.000,00 dana pembangnan bidang kesehatan, dipergunakan untuk BOP kesehaan Rp11.915.561.000,00 serta untuk BOP keluarga berencana Rp1.971.990.000,00 urai Febrizal Ansori.

Disisi lain kepala BAPPPEDA menjelaskan, dibanding 2018, DAK 2019 jumlahnya lebih besar, yaitu Rp195.131.929.000,00 dengan kata lain bertambah Rp44.026.844.000,00 dari DAK 2018.

DAK 2019 yang Rp195.131.929.000,00 itu, terdiri dari dana untuk pembangunan fisik Rp99.653.507.000 serta dana untuk pembangunan non fisik Rp95.478.422.000,00

DAK 2019 lebih besar dari DAK 2018, disamping bertambahnya besaran dana pada setiap bidang kegiatan, menu DAK juga bertambah. Penambahan menu DAK itu terdapat pada DAK reguler, yaitu pembangunan perumahan dan pemukiman Rp3.123.750.000,00

Kemudia pada DAK penugasan, yaitu pembangunan sarana dan prasarana air minum Rp460 juta serta pembangunan sarana dan sarana sanitasi Rp550 juta. Penambahan menu DAK juga  terdapat pada DAK afirmasi Rp5.675 miliar yang akan dipergunakan untuk membangun sarana dan prasarana transportasi Rp3,5 miliar, sarana dan prasarana pendidikan Rp300 juta, air minum Rp1,6 miliar serta  untuk membangun sarana dan prasarana sanitasi Rp275 juta.

Tambah menu DAK lain adalah pada DAK untuk pembangunan non fisik, yaitu BOP pendidikan kesetaraan Rp2.023.800.000,00 akreditasi Puskesmas Rp906.640.000,00 akreditasi Labkesda Rp350 juta, jaminana persalinan Rp1,872 miliar dan pelayanan kepariwisataan Rp652.170.000,00

“Ditambahnya menu DAK oleh pemerintah pusat, disamping laporan realisasi/triwulan disampaikan tepat waktu serta data pendukung usulan DAK lengkap, kita juga proaktif mengusulkan untuk mendapatkan tambahan DAK,” jelas Febrizal Ansori. –nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.