Portal Kabupaten Sijunjung

OJEK SALING MENGUNTUNGKAN

0

Keberadaan ojek sangat besar artinya bagi masyarakat, terlebih bagi rakyat badarai yang tidak mempunyai kendaraan pribadi, seperti  petani, ibu rumah tangga dan pelajar.

Fungsi dan peranan ojek benar-benar memadai dan telah dimanfaatkan oleh berbagai kalangan, sehingga boleh dikatakan tidak ada lagi kendala yang dahadapi warga dibidang transportasi jarak dekat, baik itu dalam keadaan normal maupun mendesak, tidak peduli siang atau malam, sebab tengah malam butapun masih ada pengojek yang setia menunggu penumpang, sementara angkutan umum lainnya sudah dikandangkan, kusir dan supirpun sudah tidur lelap

Seorang petani Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung, N. Angku Mandaro yang boleh dikatakan setiap hari pergi ke sawah, mengaku sangat terbantu dengan  adanya ojek.

 Betapa tidak, dengan lancarnya transportasi, bapak dari empat anak ini semakin mempunyai waktu dan kesempatan  untuk menggarap sawah yang merupakan satu-satunya sumber ekonomi bagi keluarganya.

“Lantaran sawah kami letaknya cukup jauh, duluh sebelum ojek ada, setelah Shalat Subuh dan minum kopi,  saya sudah berangkat,  supaya tidak kesiangan sampai di sawah. Begitu juga pulangnya, agar tidak kemalaman sampai di rumah, sebelum Shalat Asar saya sudah keluar dari sawah. Tapi sejak ojek beroperasi, saya tidak perlu lagi berangkat subuh  dan pulangnya juga tidak akan cemas, karena angkutan sewa sepeda motor itu masih setia menunggu penumpang kendati sudah senja,” aku N. Angku Mandaro, Selasa (2/5), di Padang Sibusuk.

Begitu juga dalam mengangkut hasil panen, para petani Padang Sibusuk tidak perlu lagi menjujungnya dengan kepala, karena ojek juga bisa mengangkut padi, satu atau dua karung sekali jalan, tambah N. Angku Mandaro.

Senada dengan N. Angku Mandaro, seorang ibu rumah tangga Rosnaini, juga menyebutkan bahwa fungsi dan peran ojek sangat besar manfaatnya bagi dia, terlebih hari Selasa yang merupakan pasar di Padang Sibusuk.

“Karena tidak ada kendaraan, duluh  dari pasar saya selalu berjalan kaki pulang ke rumah sambil meneteng dan menjujung perbelanjaan. Lantaran cukup panjangnya jalan yang saya telusuri, disamping peluh membasahi tubuh, sampai di rumah saya juga cukup letih, sehingga kadang kala saya terlambat memasak, akibat kelelahan. Namun sejak para pemuda negeri ini mulai menjadikan sepeda motornya sebagai angkutan sewa, kelelahan berjalan kaki  dari pasar tidak saya rasakan  lagi, sebab dengan hanya mengeluarkan uang Rp5.000, saya sudah diantarkan ojek sampai ke jenjang rumah,” ujar Rosnaini.

Begitu juga bagi siswi kelas II SMAN 4 Sijunjung Nagari Padang Sibusuk, Indah Handayani. Sejak ojek ada dia tidak pernah lagi berkeringat sampai di sekolah dan di rumah, karena dengan uang Rp4.000 gadis ini sudah bisa bersantairia naik sepeda motor berangkat dan pulang sekolah.

Fenomena dari semua ini, keberadaan ojek jelas saling menguntungkan. Disatu sisi rakyat kecil sangat terbantu, disisi lain peluang bagi para pemuda yang  belum mempunyai pekerjaan tetap untuk belajar hidup mandiri, minimal melepaskan ketergantungan diri kepada orangtua.

Kemajuan lain, di Padang Sibusuk  sekarang sepeda motor sudah cukup buanyak, baik yang dibeli ces maupun keridit yang dicicil dengan pengasilan ojek itu sen diri.

Lantaran cukup mengasilkan, kini yang berprofesi sebagai tukang ojek, tidak saja pemuda yang belum memiliki pekerjaan tetap, tapi ada juga pegawai yang memanfaatkan waktu luangnya untuk sekedar mencari tambahan belanja dapur. nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.