Portal Kabupaten Sijunjung

Nilai Investasi Berbagai Perusahaan Hampir Rp3 Triliyun

0

Muaro. MC. Sijunjung, – Dalam tahun 2018, perusahaan yang berinvestasi (menanamkan modal) di Kabupaten Sijunjung berjumlah 46 perusahaan dengan investasi keseluruhan Rp2.976.944.193.319.
Nilai investasi 2018 itu lebih tinggi Rp121.807.175.919 dari investasi tahun 2017 yang Rp2.855.137.017.400, kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Sijunjung, Benny D. Yuswir, SSTP, M. Si, Kamis (31/1), di ruang kerjanya.

Dari 46 perusahaan yang menanamkan modal itu, 15 usahanya membangun rumah yang dikreditkan kepada masyarakat dan pegawai, lima membuka kebun kelapa sawit, empat membuka pabrik dan menambang dolomit, empat Aspal Mixsin Pen (AMP), tiga Izin Pemanfaatan Kayu Lanjutan (IPKL), tiga klinik, dua Izin Usaha Pertambangan (IUP) operasi produksi mineral bukan logam.
Selebihnya berusaha dibidang pembuatan lap mobil (kanebo), penambangan minyak dan gas (Migas), Hak Pengusahaan Hutan (HPH), pengelolaan limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) dan usaha penambangan batu bara, ulas Benny D. Yuswir yang didampingi Kabid Pengendalian Pelaksanaan Pananaman Modal Dinas PMPTSP, Arif Meigayanto, ST, MM.
Sebanyak 15 perusahaan yang berusaha dibidang pembangunan rumah yang dikreditkan kepada masyarakat dan pegawai, adalah PT. Air Ganing City (dengan investasi Rp8.461.340.000), PT. Maxima Utama Jaya (investasi Rp6,158 miliar), PT. Bumi Mutiara Sejati (Rp5,085 miliar), PT. Moedelo Citra Nusantara (Rp150 juta), PT. Wijoyo Oridina Properti (Rp4.070.470.434).
Kemudian, PT. Vantra Tri Anugrah (Rp620,150 juta), PT. Kharisma Dinatara (Rp295,250 juta), PT. Reaf Jaya Abadi (Rp454,5 juta), PT. Adipati Karya (Rp6,010 miliar), PT. Gunung Berkat Sejahtera (Rp1.801.540.000), PT. Anugrah Bina Sarana Kunangan (Rp851,8 juta), PT. Anilhalsa Sumpala Lestari (Rp5,525 miliar) dan PT. Anugrah Bina Sarana (dengan investasi Rp1,673 miliar). Rumah itu dibangun di Kecamatan Siujnjung, IV Nagari dan di Kecamatan Kamang Baru.
Lima perusahaan yang membuka kebun kelapa sawit, PT. Sasindo (dengan investasi Rp1.170.500.000), PT. Surya Padang Khalistiwa (Rp699.099.486), PT. Padang Sumatera Sawindo (Rp293.839.898), PT. Karbindo Internasional (Rp30 juta) dan PT. Kemilau Permata Sawit (Rp135.250.154).
“Disamping membuka kebun, PT. Kemilau Permata Sawit juga membangun pabrik kelapa sawit dengan investasi Rp781.385.532.345. Seluruh kebun dan pabrik kelapa sawit itu dibuka dan dibangun di Kecamatan Lubuk Tarok, Tanjung Gadang dan di Kecamatan Kamang Baru,” jelas Benny.
Empat perusahaan yang membuka pabrik dan menambang dolomit, PT. Galatta Lestarindo (dengan investasi Rp1.316.699.000.000), PT. Andalas Dolomit Sejahtera (Rp1.549.934.000), PT. Surya Jaya Perkasa Selaras (Rp4.851.932.000) dan PT. Indo Jaya Kreasi (Rp48 juta). Lokasi pabrik dan tambang dolomit di Kecamatan Tanjung Gadang dan Kamang Baru.
Empat perusahaan yang bergerak di bidang AMP, PT. Dekky Kaya Bestari (investasi Rp2,460 miliar), PT. Cahaya Tunggal Abadi (Rp19,464 miliar), PT. Alco Sejahtera Abadi (Rp1,5 miliar) dan PT. Hakaaston (Rp115 juta). Usaha AMP dilaksanakan di Kecamatan Kamang Baru dan Kecamatan Koto VII,
Tiga perusahaan yang bergerak di bidang IPKL, Yunnedi (dengan investasi Rp1,185 miliar), UD. Yunda (Rp696 juta) dan UD. Wahana Telabang (Rp24 juta). Tiga unit klinik, Klinik Kurnia Medica II di Kamang (Rp560 juta), Haryanda di Tanah Badantuang (Rp205,280.000) dan Klinik RS. Alya di Padang Sibusuk (Rp200 juta). Dua perusahaan yang melakukan IUP operasi produksi mineral bukan logam, CV. Hardi Karya (Rp234,6 juta) dan CV. Radit (Rp2,127 miliar), di Tanjung Lolo.
Sedangkan perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan lap mobil, PT. Telabang Rokan Indonesia di Kamang (dengan investasi Rp24.587.605.000). Perusahaan penambangan Migas, PT. RBBE di Keacamatan Koto VII (Rp770.890.916.798). HPH, PT. Multi Karya Lisun Prima di Padang Tarok (Rp1.954.736.430). Pengelolaan limbah B3, PT. Marsawa Indah Mandiri di Lubuk Tarok (Rp150 juta). Perusahaan yang menambang batu bara, PT. Karbindo Abesyapradi di Kecamatan Kamang Baru (dengan investasi Rp5,525 miliar), jelas Kepala PMPTSP Benny D. Yuswir.
“Sejak pak Benny menakhodai PMPTSP dari tahun 2017, nilai investasi yang ditanam pemilik berbagai perusahaan di Kabupaten Sijunjung melonjak tajam, sudah triliyun. Sebelumnya baru dalam hitungan miliar, yaitu Rp378,406 miliar pada tahun 2014, Rp571,451 miliar dalam 2015 dan Rp330,081 miliar pada 2016.
Sedangkan pada 2017 nilainya melonjak menjadi Rp2.855.137.017.400 dan pada 2018 naik menjadi Rp2.976.944.193.319. Meningkatnya penanaman modal berbagai perusahaan, tidak terlepas dari pelayanan terbaik dan kemudahan perizinan yang diberikan terhadap pelaku usaha yang berinvestasi,” kata Arif Meigayanto. –nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.