Portal Kabupaten Sijunjung

MENYEMBELIH KURBAN MENYEMBELIH SIFAT KEBINATANGAN

0

menyembelihSekretaris Majelis Ulama  Indonesia (MUI)  Kabupaten Tanah Datar; Ahmad Ansori  bertindak sebagai khatib pada Shalat Idul Adha 1437 Hijriyah, di lapangan sepakbola M. Yamin Muaro Sijunjung, Senin (12/9). Sedangkan imam, pegawai Bagian Kesra Setdakab Sijunjung; Syafriwandi.

Shalat Idul Adha itu diikuti ribuan kaum muslimin yang terdiri dari Bupati H. Yuswir Arifin Datuak Indo Marajo, Wakil Bupati H. Arrival Boy, Forkopinda, ketua DPRD Mukhlis Rasyid, Sekdakab A.T Rohendi, ketua dan wakil ketua tim penggerak PKK  Ny. Hj. En Yuswir Arifin dan Ny. Hj. Ria Arrival Boy,  ketua berbagai organisasi wanita, para pejabat serta pegawai dan segenap lapisan masyarakat yang berdomisili di Muaro Sijunjung.

Ahmad Ansori  dalam khutbahnya mengatakan, dilihat dari aspek perintahnya, kurban memang merupakan salah satu dari pelaksanaan ibadah ritual. Tapi, dilihat dari segi manfaatnya, ibadah kurban mengandung banyak makna.

Kenapa harus kambing, unta, sapi dan kerbau yang disemblih untuk kurban, kenapa tidak ayam atau uang senilai harga hewan yang dibagi-bagikan kepada fakir miskin. Jawabnya karena hewan yang disemblih itu adalah binatang rakus. Siang makan, bangun tidur makan dan waktu tidur juga makan.

Makanya, menyemblih kambing, unta, sapi dan kerbau sebagai kurban, adalah menyemblih sifat kebinatangan yang ada dalam diri manusia, karena sifat kebinatangan itu sumber kejahatan dan kemudaratan, jelas Ahmad Ansori.

Makna lain, dalam hidup ini manusia tidak mendapatkan pembagian rezki yang sama. Sebagian orang bekerja keras siang dan malam, namun hasil yang diperoleh hanya sedikit. Sebaliknya ada orang yang bekerja sedikit, tapi hasil yang didapat sangat banyak.

Karena itu, terhadap orang yang mendapat hasil lebih banyak, diperintahkan oleh Allah SWT memberikan sebagian hasil itu kepada saudaranya yang termasuk kaum dhuafa, baik dengan cara berinfak, bersedekah serta menyantuni anak yatim dan memberi makan fakir miskin mau pun dengan cara berkurban.

Dengan demikian, terjalinlah hubungan yang harmonis antara orang yang berharta dengan orang miskin yang pada gilirannya menimbulkan manfaat yang besar  dalam kehidupan nyata. Orang miskin akan terpelihara hatinya karena kedermawanan orang kaya. Sedangkan orang kaya akan dipelihara hartanya oleh orang msikin.

Apa lagi saat ini, yang terjadi tidak hanya kesenjangan sosial antara orang kaya dengan orang miskin. Tapi juga hancurnya kebersamaan pada masyarakat. Fasilitas umum dibakar, rumah pribadi  dihancurkan, korban  berjatuhan dan pendidikan  terabaikan. Semua itu terjadi adalah akibat dari hilangnya rasa kebersamaan.

“Karena itu, mari kita jaga hubungan dan kebersamaan, baik antara kita seagama, antara kita dengan umat lain, mau pun dengan pemerintah. Mari kita ciptakan rasa aman kepada setiap orang, supaya kita mampu mengantarkan bangsa kita menjadi yang lebih baik,” imbau Ahmad Ansori. –nas.sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.