Portal Kabupaten Sijunjung

MARHABAN YA RAMADHAN, MARHABAN YA LAILATUL QADR

0

Salah satu kemulian dan keagungan Bulan Ramadhan, adalah Lailatul Qadr, seperti dijelaskan Allah SWT dalam firman-Nya, ”sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada Lailatul Qadr (QS al-Qadr:1).

Karena itu tidak ada salahnya kaum muslimin  yang senantiasa mencari keredahan mengucapkan marhaban ya Ramadhan, marhaban ya lailatul qadr serta mengisi Ramadhan ini dengan perbuatan amal kebajikan. Baik menunaikan ibadah puasa sebaik dan sesempurna mungkin serta penuh perhitungan, maupun bertadarus mengumandangkan Ayat Suci Al Quran serta mendermahkan sebagian harta kepada rakyat berkemampuan terbatas dan yatim piatu yang hidup dalam kelaparan dan kemelaratan

Secara harfiyah laila berarti malam. Sedangkan Qadr  berarti takaran, ukuran serta sesuatu yang bernilai dan sesuatu yang terbatas. Sebetulnya para ulama beragam dalam mengartikan dan menafsirkannya.

Ada yang menyebutnya dengan malam kemuliaan, karena pada malam itu Allah SWT menurunkan kitab suci Al Quran yang merupakan sumber kemuliaan manusia, sesuai firman Allah SWT yang artinya “sesungguhnya telah kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagi kamu. Maka apakah kamu tidak memahaminya?” (QS al-Anbiyaa:10).

Sebagian ulama juga mengartikan sebagai malam yang sangat bernilai. Sebab pada malam itu ketaatan manusia akan mendapat nilai yang tinggi dan pahala yang besar, yaitu senilai seribu bulan. Bila dihitung dengan kacamata bisnis, keuntungan yang diperoleh 3.000.000 kebaikan (1.000 bulan x 30 hari x 10 kebaikan).

Justru itu, Rasulullah SAW bersabda, “sesunguhnya bulan Ramadhan telah hadir di tengah-tengah kalian. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang diharamkan dari malam tersebut, berarti ia telah diharamkan dari semua kebaikan, dan tidak ada yang diharamkannya melainkan orang-orang yang benar-benar merugi.” (HR Ibnu Majah dengan Sanad Hasan).

Cukup banyak sebenarnya ayat dan hadist yang menyebutkan keutamaan dan keagungan Lailatul Qadr, baik secara tersurat maupun tersirat. Diantaranya, Lailatul Qadr nilainya lebih baik dari seribu bulan. Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam itu jauh lebih baik dari beribadah seribu bulan (QS al-Qadr:3).

Malam Lailatul Qadr, penuh dengan keberkahan. Sesuia firman Allah SWT, “sesungguhnya Kami menurunkan Al Quran pada malam yang penuh dengan keberkahan,” (QS al-Dukhaan:3).

Selain itu Rasulullah SAW juga bersabdah, “barang siapa yang menghidupkan Lailatul Qadr dengan ibadah semata-mata karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu,” (HR Bukhari).

Keutamaan lain, malam Lailatul Qadr  adalah malam dimana para malaikat turun ke dunia untuk memberikan salam kepada hamba Allah yang taat beribadah. (QS al-Qadr:5).

Bila hadist-hadist Nabi Muhammad SAW disimpulkan, Lailatul Qadr terjadi setiap tahun pada Bulan Suci Ramadhan, terutama pada sepuluh malam terakhir, lebih utamanya pada malam ganjil, yaitu 21, 23, 25, 27 dan malam ke-29. Lebih utama lagi pada malam ke-27.

Disamping itu, malam Jumat yang jatuh pada hitungan ganjil, juga perlu dijaga dan diwaspadai, karena hari Jumat adalah Sayyidul Ayyaam (penghulu hari-hari) dan Yaumul Ied (hari raya) mingguan.

Tanda-tanda Lailatul Qadr, sesuai sabda Rasulullah SAW, seperti diriwayatkan Muslim, Ahmad, Abu Daud dan Turmudzi, “saat terjadinya Lailatul Qadr, malam terlihat jernih, terang dan tenang serta cuaca sejuk. Tidak terasa panas dan tidak terasa dingin. Pada pagi hari matahari terbit terang benderang tanpa ada awan yang menutupi.” nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.