Portal Kabupaten Sijunjung

MANTAN MENTERI BERCERAMAH DI PULASAN

0
Mantan Menteri Kehutanan Kabinet Indonesia Bersatu 2004-2009, MS. Kaban berceramah agama di Masjid Jannatul Adnin Nagari Pulasan, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung, Senin (19/6) malam.
Selain jemaah Masjid Jannatul Adnin, uraian yang dipaparkan MS. Kaban, juga disimak Bupati H. Yuswir Arifin Datuak Indo Marajo, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Tanjung Gadang, Jasril serta walinagari, tokoh dan pemuka masyarakat Pulasan.
 
Dalam uraiannya, MS. Kaban mengimbau jemaah Masjid Jannatul Adnin supaya mensyukuri setiap nikmat yang diterima, karena bila disyukuri, Allah SWT akan menambah nikmat untuk hambah-Nya. Tapi bila diingkari, azab Allah sangat pedih.
 
Waiz taazzana rabbukum lain syakartum laazidannakum walain kafartum innaazabi lasyadid. Dan ingatlah  tatkala Tuhanmu memaklumkan: sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah nikmat kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.
Bila  kita mampu dan mau memahami serta menghayati  Firman Allah SWT dalam surat Ibrahim ayat 7 surat ke-14 ini, pasti kita akan mensyukuri setiap nikmat yang diterima, baik itu nikmat umur, kesehatan dan kesempatan maupun nikmat rezki. Karena dalam surat itu Allah SWT bertegas-tegas mengatakan, “siapa yang mensyukuri nikmat-KU, niscaya akan Ku tambah. Jika diingkari, ingat! Azab-Ku sangat pedih,” jelas MS. Kaban.
Begitu tegas dan pastinya peringatan Allah dalam kitab Suci Al Quran yang  merupakan  pegangan, pedoman, tuntunan dan petunjuk bagi umat Islam dalam mengarungi hidup dan kehidupan di alam fana ini.
Tentang nikmat yang diterima, dikumpulkan seluruh daun yang ada di atas dunia untuk dijadikan tempat menulis, dihimpun semua kayu yang ada sebagai pena dan disatukan setiap air yang mengalir untuk dijadikan tinta, semuanya tidak akan mencukupi untuk mencatat, karena begitu banyaknya nikmat yang dilimpahkan Allah SWT.
Makanya bagi umat yang beriman, tidak ada keburukan di atas dunia ini, semuanya baik. Hanya saja karena sebagian umat tidak mampu menangkap kebaikan dibalik suatu kejadian, setiap terjadinya peristiwa yang tidak diingini, langsung disebut keburukan atau musibah. Pada hal  itulah yang terbaik menurut Allah SWT.
“Untuk itu, selaku umat Islam, berupayalah menangkap kebaikan dibalik suatu kejadian. Jangan dianggap sebagai keburukan atau musibah. Karena Allah SWT mengetahui apa yang tidak ketahui. Jadikan setiap peristiwa pahit sebagai ujian, agar kita berusaha mengatasinya. Jangan peristiwa itu dianggap cobaan, supaya kita tidak keluh kesah,” ajak ustad kepada jemaah Mushalla Aqrab.
Yang tidak kalah pentingnya, mumpung masih ada waktu dan kesempatan, memanfaatkan momentum Ramadhan sebaik dan sesempurna mungkin. Syukuri setiap nikmat yang diterima. Pergunakan mata untuk melihat yang baik, mamfaatkan telinga untuk mendengar pengajian dan ceramah agama serta dermakan sebahagian harta kepada fakir miskin, yatim piatu, orang terlantar dan tempat beribadah.
“Tanamkan dalam hati, yakinkan diri, hanya harta yang dibelanjakan di jalan Allah yang akan menolong kita di alam akhirat yang kekal dan abadi, supaya mendermakan sebahagian harta kepada fakir miskin, yatim piatu, orang terlantar dan tempat beribadah tidak terasa berat,” pesan MS. Kaban. –nas@sijunjung.go.id
You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.