Portal Kabupaten Sijunjung

MANFAATKAN RAMADHAN YANG MASIH TERSISA

0

Bupati H. Yuswir Arifin Datuak Indo Marajo berharap kepada seluruh masyarakat dan pegawai Pemkab Sijunjung memanfaatkan bulan Ramadhan 1438 H yang masih tersisa untuk membersihkan hati, jiwa dan pikiran, karena sebagai insan lemah tahun depan belum tentu akan bertemu dengan bulan suci yang penuh berkah dan rahmat ini.

“Mumpung masih ada kesempatan, saya berharap kepada seluruh masyarakat dan pegawai memanfaatkan bulan Ramadhan yang masih tersisa untuk membersihkan hati, jiwa dan pikiran, karena tahun depan belum tentu kita akan bertemu dengan bulan yang suci dan mulia ini,” kata bupati, Rabu (14/6), di ruang kerjanya.

Sebagaimana diketahui, selain penuh rahmat dan berkah, Ramadhan juga bulan pengampunan dan pembakar dosa. Kesempatan bagi kaum muslimin untuk tafakur  menginsafi kelalaian, kekilafan, kekeliruan dan kesalahan.

Justru  itu, selagi Allah SWT memberi kesempatan, pergunakalah waktu yang masih tersisa dengan sebaik-baiknya, supaya ke depan tugas dan tanggungjawab yang dipikul bisa dilaksanakan dengan kebersihan hati, jiwa dan pikiran. Jangan dengan hati yang penuh noda, jiwa yang resah dan gelisah serta dengan pikiran  yang ingin menjatuhkan orang lain.

Sesuai aturan dan ketentuan, program, tugas dan tanggungjawab sudah dibagi habis. Siapa tugasnya apa dan bertanggungjawab kepada siapa sudah jelas.

Untuk itu, setelah hati, jiwa dan pikiran ditempa dan dilatih selama Ramadhan, ke depan seluruh pegawai diharapkan melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagaimana mestinya.

Artinya, berjalanlah di rel masing-masing. Jauhi sifat iri dan dengki. Boleh saja berkompetisi, tapi secara sehat. Jan supayo lampu awak iduik lantera urang dipadamkan. Cara itu bukan kompetisi sehat namanya, tapi kompetisi jahat.

Lebih penting dari itu, mulailah hidup baru setelah Ramadhan. Petik hikmah yang terkandung dalam bulan yang agung dan mulia ini  untuk mengintrofeksi diri. Lakukan perubahan ke arah yang lebih baik, karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

Disamping memanfaatkan Ramadhan untuk untuk membersihkan hati, jiwa dan pikiran, kepada seluruh masyarakat dan pegawai, bupati juga berharap menjadikan momentum bulan yang suci dan mulia ini untuk menghadapi hidup dan kehidupan.

Puasa adalah melatih diri untuk lebih sabar, tawaqal dan kanaa dalam hidup.  Justru itu ambil hikmahnya, jadikan modal untuk menghadapi tantangan yang makin hari makin berat dan kompleks. Jangan memaksakan kehendak dan memperturutkan hawa nafsu.

Jika kehendak atau hawa nafsu yang diperturutkan, pada akhirnya akan berdampak buruk terhadap diri dan keluarga, karena untuk memenuhi tuntutan yang tidak terukur, tidak tertutup kemungkinan terjadinya sesuatu yang seharusnya tidak terjadi. Misalnya mengutang atau menjual dan menggadaikan barang yang dimiliki.

 “Bila ini yang terjadi, tentunya kita akan menghadapi persoalan baru. Utang harus dibayar, gadaian harus ditebus. Untuk itu hadapilah kehidupan ini sesuai kemampuan. Jan minta angok kalua badan,”  imbauan Bupati Yuswir Arifin. nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.