Portal Kabupaten Sijunjung

Kepala Jorong Kapalo Koto, Padang Sibusuk, Masuk Nominasi Kalpataru

0

Padang Sibusuk, MC Sijunjung -Seorang aparatur, tidak harus hanya mampu menjalankan tugas dan kewajiban saja dalam melayani masyarakat, tetapi juga harus mampu dan bisa menjadi contoh dalam banyak hal.

Berkarya, berkreasi dan mau berbuat, mungkin itu yang menjadi modal dasar bagi seorang Imran Catio, kepala jorong Kapalo Koto, kenagarian Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, Sijunjung, Sumbar.

Imran Catio tidak hanya seorang aparatur nagari, tetapi juga menjadi pelopor pertanian di jorong yang dipimpinnya tersebut. Atas upayanya dalam menanam dan mengembangkan kebun terong, kepala jorong Kapalo Koto itu terpilih menjadi juara I dalam kategori Petani Pelopor Ketahanan Pangan tingkat Kabupaten Sijunjung 2018 lalu.

Tahun ini, Imran Catio akan mewakili Kabupaten Sijunjung sebagai petani pelopor ketahanan pangan, tingkat Provinsi Sumbar.

Imran Catio mengatakan, dengan struktur dan karakteristik tanah di daerahnya yang cendrung kering, maka tanaman yang paling cocok untuk ditanam dam budidayakan adalah terong.

Tanaman yang bernama latin Solanum Melongena itu, ditanamnya diatas tanah seluas setengah hektar. Dengan banyak belajar dan bertanya, tanaman terong milik Imran Catio dibilang cukup sukses perkembangannya. Bahkan banyak petani yang mengacungkan jempol dengan semangat kepala jorong itu dalam menekuni aktifitasnya sebagai petani terong. Bagaimana tidak, dengan hasil buah yang cukup sempurna, hasil panennya juga cukup lumayan untuk menambah pendapatannya.

“Dengan warisan pengelaman keluarga secara turun temurun sebagai petani, saya berupaya menjadikan lahan seluas setengah hektar untuk menanami terong, dan Alhamdulillah, sangat membantu perekonomian keluarga,”ucapnya saat bercerita dengan media, Selasa, (30/7/19).

Menurutnya, Terong merupakan salah satu buah favorit yang sering dijadikan bahan sayur. Namun saat ini, sebut Imran Catio, kebanyakan buah terong yang ditemui di pasar tradisional yang ada di wilayah kabupaten Sijunjung dipasok atau berasal dari luar daerah.

Atas dasar tersebutlah dirinya mencoba memanfaatkan lahan warga untuk memgembangkan terong, untuk membantu memenuhi kebutuhan terong di jorong Kapalo Koto khususnya, dan nagari Padang Sibusuk umumnya, bahkan beberapa pedagang sayur, sudah berlangganan mengambil terong miliknya untuk kebutuhan pasar lainnya di kabupaten Sijunjung.

“Apapun yang kita lakukan, asal dengan keseriusan dan semangat, ternyata membuahkan hasil yang baik pula. Apalagi dengan kondisi harga karet yang saat ini masih sangat memperihatinkan, maka alternatif usaha lain salah satunya adalah dengan bertani, dan itu tidak hanya terong saja, bisa cabe, semangka, kacang panjang, atau lainnya. Karena dari hasil tanaman tersebut, sangatlah membantu perekonomian rumah tangga,”jelas pria yang namanya juga diusulkan sebagai nominasi penerima Kalpataru Tingkat Nasional tahun 2019 mewakili Sumatera Barat, kategori Penyelamatan Lingkungan itu.

Imran catio menceritakan, pada awal dirinya memulai menaman terong tersebut, banyak warga yang meragukan keberhasilan upayanya tersebut. Bahkan dirinya mengaku dicibir beberapa warga yang menilai kalau dirinya tidak akan berhasil dalam menanam hingga menjual hasil nantinya.

Namun, semua keraguan dan cibiran tersebut malah menambah semangatnya untuk lebih serius dan lebih giat lagi. Apalagi dirimya mendapat dorongan semangat dari sang istri.

” Alhamdulillah, saat ini kita telah mempunyai pelanggan tetap untuk pemasaran terong tersebut ke pasar-pasar tradisional yang ada di wilayah Kabupaten Sijunjung dan hasilnya pun Alhamdulillah,” ucapnya.

Meski hasil pertaniannya cukup memberi pendapatan lebih untuk keluarganya, namun Imran Catio mengaku, bahwa tugasnya sebagai kepala jorong tetap paling utama.

“Meski bertani, namun tugas kepala jorong tetap utama, karena itu adalah amanah yang diberi masyarakat, dan bertani ini hanyalah kesibukan diluar tugas jabatan,”jelasnya.

Selain terong, Imran Catio juga menanam melon dan semangka di tanah tersebut, namun tanaman utamanya tetaplah terong, buah lain tersebut adalah tambahan untuk kesibukan saja, dan meski begitu, tanaman lain tersebut juga mampu untuk mencukupi biaya sekolah anak saya,”ujarnya.

Kini, dirinya akan berupaya dan berdoa, agar dirinya mampu mengharumkan nama Ranah Lansek Manih dengan membawa pulang Kalpataru.

Upaya yang saat ini dilakukan Imran Catio dalam menyemangati para petani lainnya di kenagarian Padang Sibusuk, juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah kecamatan Kupitan, terutama Camat Kupitan.

“Selaku pemerintah kecamatan, kita sangat mendukung atas apa yang telah dilakukan oleh kepala jorong, Imran Catio. Beliau adalah contoh bagi warganya untuk memanfaatkan lahan areal bekas persawahan milik warga yang saat ini hanya ditanami buah semangka saja, padahal buah terong ini juga memiliki nilai ekonomis jika seandainya diterapkan di lahan kosong atau yang sudah berisi tanaman lainnya, karena upaya ini sebagai salah satu usaha dalam meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan para petani,” kata Gafrialdi, Camat Kupitan. (Hendri)@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.