Portal Kabupaten Sijunjung

KEMBANGKAN POTENSI NAGARI, KIM 1000 NGALAU DIBENTUK

0

Persaingan ekonomi secara terbuka di dalam dan di luar negeri menuntut masyarakat untuk memiliki daya saing yang kuat sehingga bisa bertahan menghadapi kompetitor lain dalam pasar bebas. Penguatan daya saing masyarakat bisa dilakukan melalui pemberdayaan dengan mendorong kelompok-kelompok masyarakat untuk mendayagunakan informasi agar memberikan nilai tambah pada perekonomian masyarakat. Dengan kata lain, pemberdayaan dilakukan melalui proses peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya informasi, peningkatan akses informasi dan pendayagunaan informasi tersebut dalam sebuah kelompok.

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Nomor 17 Tahun 2009 tentang diseminasi informasi nasional oleh Pemerintah, Pemerintah daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Nomor 08 Tahun 2010 tentang Pedoman Pemberdayaan Lembaga Komunikasi Sosial, penyebaran informasi oleh masyarakat bisa dilakukan melalui dibentuknya Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Melalui kehadiran KIM pada setiap Nagari diharapkan terjadinya peningkatan nilai tambah bagi masyarakat melalui pendayagunaan informasi dan komunikasi. Tidak hanya itu, KIM juga berfungsi sebagai wahana komunikasi dan saling bertukar informasi bagi sesama anggota, sebagai media dialog dan penghubung antara masyarakat dengan Pemerintah Daerah.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Sijunjung sudah memiliki 2 Kelompok Informasi Masyarakat, yaitu KIM Kamang Baru dan KIM 1000 Ngalau (Nagari Sisawah). KIM 1000 Ngalau dibentuk setelah digelarnya Sosialisasi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Nagari Sisawah pada Minggu, (12/03) dengan menghadirkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sijunjung, Rizal Efendi sebagai narasumber.

Di hadapan 40 peserta yang terdiri dari Wali nagari, Tokoh Masyarakat dan pemuda Nagari Sisawah, Rizal menyatakan bahwa saat ini kita akan sangat merugi jika teknologi informasi yang tengah berkembang tidak digunakan untuk memperkuat perekonomian masyarakat. “Nagari Sisawah yang asri dengan 1000 ngalau yang masih alami didukung dengan kerajinan rotan merupakan potensi yang harus dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi komunikasi”, tambah beliau.

Dengan dibentuknya KIM 1000 Ngalau, diharapkan masyarakat bisa menjadi agen pembangunan dan sebagai saluran komunikasi bagi masyarakat secara buttom up potensi sehingga wisata alam dan kerajinan rotan yang ada di Nagari Sisawah bisa terekspos ke dunia luar. Ketua KIM 1000 Ngalau, Geri optimis potensi yang ada bisa dikemas dan diinformasikan ke dunia luar. “Kami berkeinginan agar KIM yang baru saja dibentuk mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan perekonomian masyarakat Sisawah”, tambahnya.

(Budhi)@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.