Portal Kabupaten Sijunjung

Kadis Kominfo Sijunjung Ikuti Rakor Urusan Komunikasi, Informatika, Statistik Sektoral dan Persandian

Sawahlunto, MC Sijunjung – Dalam rangka sinergitas program dan kegiatan antara pemerintah Provinsi dengan Kabupaten/kota di Sumatera Barat, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sijunjung mengikuti rapat koordinasi (rakor) urusan komunikasi, informatika, statistik sektoral dan persandian.

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Camping Ground Kandi dan Aula Kantor Walikota Sawalunto selama tiga hari mulai 17 s/d 19 Maret 2021 dan dibuka Walikota Sawahlunto, Deri Astra.

Walikota Sawahlunto dalam arahannya mengatakan Kota Sawalunto menjadi Kota terakhir di Sumatera Barat (Sumbar) yang memiliki Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Pihaknya saat ini sedang evaluasi beberapa OPD di Kota Sawahlunto dan sudah beberapa kali rapat dan kemungkinan tahun 2021 ini ada dua OPD baru di Sawahlunto, yakni BPBD dan Diskominfo.

“Mau tidak mau, suka atau tidak, pada akhirnya kita harus ikut perkembangan teknologi, dan Dinas Kominfo adalah perwujudannya. Hal ini juga sejalan dengan visi misi kami untuk menjadikan Kota Sawahlunto menjadi Smart City,” tutur Deri.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Sumbar, Jasman menyampaikan rakor yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ini dalam rangka sinergitas program dan kegiatan antara pemerintah provinsi dengan kabupaten dan kota, membahas urusan komunikasi, informatika, statistik sektoral dan persandian. Dalam Rakor diskominfo yang pertama di tahun 2021 ini, ada yang berbeda.

” Jika sebelumnya hanya dihadiri Kadis Kominfo se-Sumbar, namun saat ini juga turut menghadirkan Bappeda dan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar,” tuturnya.

Dijelaskan Jasman, hal tersebut dilakukan dalam rangka mensinergikan data yang ada. “Kelemahan kita sekarang di pendataan, data antar dinas instansi berbeda-beda dan tidak valid,” tambahnya.

” Jadi melalui rakor ini kita berharap ke depan tidak ada lagi data yang simpang siur, apalagi sekarang kita sedang membina nagari statistikg data berbasis nagari. Makanya kita butuh menghadirkan Bappeda dan BPS untuk koordinasi data,” pungkas Jasman. (MMC/Noven)/infopublik.sijunjung.go.id

You might also like

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.