Portal Kabupaten Sijunjung

Jumat Lusa Umat Islam Yang Beriman Mulai Puasa

0

Muaro, MC Sijunjung – Jumat (24/4) lusa, umat Islam yang beriman di seluruh penjuru dunia mulai melaksanakan ibadah puasa Ramadhan 1441 H. Termasuk kaum muslimin di Provinsi Sumatera Barat dan di  Kabupaten Sijunjung, tentunya juga  yang beriman.

Kenapa hanya orang yang beriman, karena hanya orang itu yang diseruh oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menunaikan ibadah puasa  lewat ayat suci Al Quran, “yaayyuhallazi na’amanu kutibaalaikum mussiham kama kutiba alallazina mingkablikum laallakum tattakun. Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.  

Bila Surat Al Baqarah ayat 183 ini dicermati, yang diseruh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk berpuasa, jelas hanya orang yang beriman. Justru itu, kalau nanti  ada masyarakat Provinsi Sumatera Barat dan masyarakat  Kabupaten Sijunjung yang tidak menunaikan ibadah puasa pada Ramadhan 1441 H ini, jangan salahkan mereka, sebab orang itu tidak diseruh oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena tidak beriman, kata buya H. A. Rahman, di Muaro Sijunjung, Rabu (22/4).

Ramadhan memang hanya dirindukan oleh orang yang beriman, karena bulan itu sarat dengan kemuliaan dan keagungan serta penuh rahmad dan berkah bila diisi dengan kebajikan dan kebaikan yang penuh  perhitungan, ulas A. Rahman.

Salah satu kemulian dan keagungan Ramadhan, adalah Lailatul QadrSeperti dijelaskan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya, ”sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada Lailatul Qadr (QS al-Qadr:1).  

Secara harfiyah laila berarti malam. Sedangkan Qadr  berarti takaran, ukuran serta sesuatu yang bernilai dan sesuatu yang terbatas. Sebetulnya para ulama beragam dalam mengartikan dan menafsirkannya.

Ada yang menyebutnya dengan malam kemuliaan, karena pada malam itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan kitab suci Al Quran yang merupakan sumber kemuliaan manusia, sesuai firman Allah yang artinya “sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagi kamu. Maka apakah kamu tidak memahaminya?” (QS al-Anbiyaa:10).

Sebagian ulama juga mengartikan sebagai malam yang sangat bernilai. Sebab pada malam itu ketaatan manusia akan mendapat nilai yang tinggi dan pahala yang besar, yaitu senilai seribu bulan. Bila dihitung dengan kacamata bisnis, keuntungan yang diperoleh 3.000.000 kebaikan (1.000 bulan x 30 hari x 10 kebaikan).

Justru itu, Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam bersabda, “sesunguhnya bulan Ramadhan telah hadir di tengah-tengah kalian. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang diharamkan dari malam tersebut, berarti ia telah diharamkan dari semua kebaikan, dan tidak ada yang diharamkannya melainkan orang-orang yang benar-benar merugi.” (HR Ibnu Majah dengan Sanad Hasan).

Cukup banyak sebenarnya ayat dan hadist yang menyebutkan keutamaan dan keagungan Lailatul Qadr, baik secara tersurat maupun tersirat. Diantaranya, Lailatul Qadr nilainya lebih baik dari seribu bulan. Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam itu jauh lebih baik dari beribadah seribu bulan (QS al-Qadr:3).

“Siapa orang yang mungkin akan memperoleh kesempatan untuk mendapat malam Lailatul Qadr? Tentu orang yang beriman, karena sesuai surat Al Baqarah ayat 183, yang diseruh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk berpuasa, hanyalah orang yang beriman,” jelas A. Rahman. –nas@infopublik.sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.