Portal Kabupaten Sijunjung

JANGAN BAWA NARKOBA KE SIJUNJUNG

0

Guna mencegah masuknya narkoba ke Sijunjung, Bupati Yuswir Arifin Datuak Indo Marajo dan Kapolres AKBP Dody Pribadi serta pejabat dan aparat lain lakukan berbagai cara.

Disamping mengimbau siswa dan generasi muda agar tidak terlibat penyalahgunaan narkoba serta melaksanakan penyuluhan dan menangkap para pelaku, bupati dan Kapolres juga mengeluarkan peringatan keras kepada semua pihak supaya tidak membawa narkoba ke Sijunjung.

Peringatan keras itu ditulis dengan huruf balok berwarna merah dan hitam yang sangat jelas pada baliho berukuran besar yang dipajang dan dipampangkan di pinggir jalan raya lintas Sumatera sebelum memasuki wilayah Kabupaten Sijunjung.

Tepatnya pada perbatasan Sijunjung dengan Kota Sawahlunto di Kupitan serta di perbatasan Sijunjung dengan Kabupaten Dharmasraya dan Teluk Kuantan di Muaro Takung dan di Batang Kariang, Kecamatan Kamang Baru.

Penyalahgunaan narkotika, psikotropika, prekusor dan zat aditif lainnya (NAPZA), tidak saja telah menjadi permasalahan dunia, tapi juga sudah merupakan bahaya global yang mengancam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.  

Khusus di Indonesia penyalahgunaan narkoba menunjukan detensi  meningkat yang sangat memprihatinkan dan membahayakan kehidupan masyarakat, terutama generasi muda sebagai generasi penerus bangsa.

“Supaya generasi muda kita tidak menjadi korban sia-sia, berbagai cara telah kita lakukan guna mencegah masuknya narkoba ke Kabupaten Sijunjung,” kata Bupati Yuswir Arifin, Senin (13/6), di ruang kerjanya.

Cara pencegahan yang dilakukan bersama jajaran Polres serta aparat dan lembaga lain, mengimbau siswa dan generasi muda supaya tidak terlibat penyalahgunaan narkoba, baik sebagai pengedar mau pun pemakai.

Seiring dengan itu, para orangtua juga diimbau supaya meningkatkan pengawasan terhadap putra putrinya. Imbauan disampaikan dalam setiap kesempatan, baik pada rapat, pertemuan dan upacara mau pun dalam safari Ramadhan.

Selain itu, guna mengatasi supaya korban narkoba tidak semakin berjatuhan, aparat kepolisian bersama aparat yang lain dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sijunjung juga telah melakukan berbagai upaya pencegahan, seperti menangkap para pelaku serta melaksanakan penyuluhan terhadap generasi muda dan siswa.   

Baru-baru ini juga telah dipajang dan dipampangkan baliho berukuran besar di pinggir jalan raya lintas Sumatera sebelum memasuki wilayah Kabupaten Sijunjung. Baliho itu bertulis peringatan keras supaya tidak ada yang coba-coba membawa narkoba ke Sijunjung.

Berbagai upaya pencegahan yang dilakukan, jelas hanya mengandung satu muatan, yaitu agar generasi muda dan siswa yang dipersiapkan untuk menerima tongkat estafet pembangunan bangsa dan negara terhindar dari penyalahgunaan narkoba yang hanya menjanjikan kehancuran.

Namun usaha dan kerja keras yang dilakukan tidak akan membuahkan hasil maksimal tanpa adanya kesadaran dari generasi muda dan siswa itu sendiri, karena kuncinya terletak di tangan mereka. Mau berkarir dan berkarya atau mau hancur dan tergusur, merekalah yang akan menentukannya.

Untuk itu, selain para orangtua diminta meningkatkan pengawasan terhadap putra putrinya,  genarasi muda dan siswa juga diimbau menjauhkan diri dari narkoba sebelum terjebak dan terperangkap.

Jika sudah terjebak dan terperangkap, akan sulit melepaskan diri. Klimaksnya adalah kesengsaraan, kenestapaan dan kehancuran yang akhirnya mati secara tidak wajar dengan kondisi sangat menyedihkan dan memilukan. Artinya, di dunia hidup sengsara dan merana, di akhirat dihempaskan ke neraka dan api yang menyala,  kata Bupati Yuswir Arifin. –nas.sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.