Portal Kabupaten Sijunjung

JADIKAN RAMADHAN UNTUK PERUBAHAN KE ARAH YANG LEBIH BAIK

0

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Arianto berceramah Ramadhan di Masjid Al Jamik Nagari Kunangan Parik Rantang (Kunpar), kecamatan tersebut, Kamis (8/6) malam.

Selain jemaah Masjid Al Jamik, uraian yang dipaparkan Arianto, juga disimak Bupati H. Yuswir Arifin Datuak Indo Marajo, anggota DPRD Kabupaten Sijunjung, Sarikal dan Sukardi, sejumlah kepala OPD, Camat Kamang Baru; David Rinaldo, serta walinagari, tokoh dan pemuka masyarakat Kunpar.

Dalam uraiannya, Arianto mengajak jemaah masjid bersyukur kehadirat Allah SWT, karena masih diberi kesempatan melaksanakan ibadah di Bulan Ramadhan 1438 H yang suci dan mulia ini.

“Kita pantas dan harus bersyukur kehadirat Allah SWT, karena masih diberi kesempatan melaksanakan ibadah di Bulan Ramadhan 1438 H yang suci dan mulia ini. Banyak kaum muslimin yang tidak mendapat kesempatan, karena sebelum Ramadhan 1438 datang sudah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Justru itu, kita yang masih diberi kesempatan, harus mensyukurinya,” kata Arianto.

“Sebagai wujud dari rasa syukur kehadirat Allah SWT, laksanakan ibadah puasa sebaik dan sesempurna mungkin, karena tahun depan belum tentu kita akan bertemu dengan bulan keberuntungan ini,” ulasnya.

Selain bulan keberuntungan, Ramadhan juga sarat dengan kebaikan, karenanya juga disebut bulan penuh rahmat dan berkah. Karena itu, pergunakanlah kesempatan yang hanya datang sekali setahun ini.  Baik untuk mohon ampun kepada Allah SWT atas dosa dan kesalahan yang diperbuat,  maupun untuk berbuat amal kebajikan sebanyak-banyaknya.

Disamping menunaikan ibadah puasa di siang hari serta mendirikan Shalat Tarwih dan Witir berjemaah pada malam hari, Arianto juga mengimbau jemaah Masjid Al Jamik supaya mengerjakan ibadah sunat seperti  bersitadarus mengumandangkan ayat suci Al Quran serta mendirikan Shalat Tahjud di tengah malam dan Shalat Duha pada pagi hari.

Sebagaimana diketahui, selain penuh rahmat dan berkah, Ramadhan juga bulan pengampunan dan pembakar dosa. Kesempatan bagi kaum muslimin dan muslimat untuk tafakur  menginsafi kelalaian, kekilafan, kekeliruan dan kesalahan.

Karena  itu, selagi Allah SWT memberi kesempatan, pergunakalah dengan sebaik-baiknya, supaya ke depan kehidupan bisa dihadapi dengan kebersihan hati, jiwa dan pikiran. Mulailah hidup baru setelah Ramadhan, petik hikmah yang terkandung dalam bulan yang agung dan mulia ini  untuk mengintrofeksi diri, lakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

“Jangan begitu Ramadhan berlalu kita kembali berbuat dosa dan kesalahan. Jangan seperti kerbau, meski diri sudah bersih, bila bertemu dengan kubangan langsung mencebur dan berlunau kembali. Tapi jadilah seperti seekor belut, kendati hidup di lumpur dan di lunau, namun dirinya tetap bersih,” pesan kepala KUA, Arianto. nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.