Portal Kabupaten Sijunjung

Indo Jalito Gelar Bhakti Sosial Sunatan Massal

0

Muaro, MC Sijunjung – Dalam rangka Bhakti Sosial, Indo Jalito Peduli (IJP) yang bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengadakan sunatan massal di Gedung Pancasila, Minggu (28/4/19).


Sebanyak 260 peserta hadir untuk melakukan sunatan massal. Para peserta yang hadir masing – masing tiga orang utusan dari Nagari se-Kabupaten Sijunjung.

Anak-anak tersebut ada yang menangis, ada yang ketakutan, ada yang tersenyum dan ada pula yang sampai dipegangi orang tuanya bahkan turut dibantu beberapa petugas. Namun tidak sedikit juga yang tertawa geli, saat dokter dan petugas medis mengkhitan mereka satu persatu.

Tapi ini merupakan kebahagiaan bagi para orang tua, karena dapat mengkhitan anak mereka di kesempatan bhakti sosial sunatan massal ini.

Sebelum acara di gedung peserta sunatan massal menjalani proses adat di Mesjid Istiqamah Muaro.
” Proses adat dengan mensucikan anak-anak ini yang dilakukan oleh remaja mesjid yang disebut Adat Turun Mandi Ke Sungai , sebagaimana adat ini sudah tiga puluh tahun lamanya tidak dilakukan oleh masyarakat Muaro dan hari ini remaja mesjid kembali melakukan proses adat tersebut,” ujar kadis PP dan PA, Yofritas.

Setelah dijalani proses adat tersebut para peserta langsung dikumpulkan untuk di arak bersama – sama menuju Gedung Pancasila dengan berpakaian muslim.


” Tim medis yang turun antara lain dari IJP 12 orang dan Dinas Kesehatan 10 orang dari Kabupaten Sijunjung,” ujarnya. ” Kabupaten Sijunjung merupakan urutan ke empat yang di kunjungi oleh IJP sebelumnya yaitu Kabupaten Padang Panjang, Kabupaten 50 Kota, Kota Sawahlunto dan selanjutnya adalah Kota Padang,” tambahnya.

Bupati Sijunjung, Yuswir Akan turut hadir untuk penyerahan tambahan makanan bergizi dan peralatan kebersihan bagi penyandang disabilitas berat dan makanan tambahan kepada dua orang lansia, kemudian kepada satu orang warga tanpa kaki – tanpa tangan yang berasal dari Taratak Baru, satu orang tanpa bola mata berasal dari Muaro dan satu orang masyarakat yang lumpuh total tidak bisa duduk, tidak bisa berdiri berasal dari Padang Sibusuk.(dwita-kominfo@sijunjung.go.id)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.