Portal Kabupaten Sijunjung

HUTAN PARU DIKELOLAH BERBASIS MASYARAKAT

0

Untuk memfasilitasi perencanaan pengelolaan hutan berbasis masyarakat di Nagari Paru,  Kesatuan Pengolah Hutan Lindung (KPHL) model Sijunjung  menjalin kerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pembangunan (Puslitbang) Hutan Badan Litbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dalam kegiatan AFoCo Regional Project Component 3.

Kesepakatan (MoU) kerjasama yang ditandatangani oleh KPLH model Sijunjung; Slamet Riyadi dengan Kepala Puslitbang diwakili Kabid Kerjasama; Harisetijono, di operation room Kantor Bupati, Jumat (20/5), diketahui oleh Bupati Yuswir Arifin serta disaksikan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat diwakili Kabid Rehabilitasi Hutan dan Lahan; Yunefis, kepala SKPD terkait, walinagari, tokoh dan pemuka masyarakat Nagari Paru.

Kabid Kerjasama Puslitbang Hutan; Harisetijono mengatakan, AFoCo Regional Project Component 3 dilaksanakan dari tahun 2015 sampai 2020. Memasuki tahun kedua (2016), kerjasama di pilot site akan dilaksanakan selama tiga tahun.

Berawal dari terselenggaranya workshop Nasional Januari lalu, Kabupaten Sijunjung terpilih sebagai salah satu lokasi (pilot site) bersama Lampung dan Nusa Tenggara Timur.

Fokus kegiatan di tahun 2016 ini, antara lain perencanaan partisipasi dan penyusunan rencana tahunan, sehingga pada 2017 mendatang rencana yang telah disusun dapat dilaksanakan di lapangan bersama dengan seluruh pemangku kepentingan dan warga Nagari Paru.

Mengacu pada dokumen proyek, tujuan (goal) akhir kerjasama ini adalah untuk berkontribusi pada perbaikan hutan dan sumber daya hutan, terutama di daerah yang bersinggungan dengan masyarakat.

Sedangkan tujuan dari rangkaian program AFoCo Regional Project Component 3 dalam kurun lima tahun (2015-2020), adalah menyederhanakan pedoman dan prosedur dalam penyusunan rencana pengelolaan hutan di tingkat masyarakat.

Kemudian meningkatkan kapasitas perencanaan di tingkat masyarakat, meningkatkan kepastian rencana pengelolaan hutan di tingkat masyarakat yang bisa diharapkan, mendukung rencana pengelolaan hutan masyarakat berhasil dilaksanakan serta meningkatkan jumlah teknisi pengelola hutan dengan kemampuan dapat memberikan asistensi penyusunan rencana pengelolaan hutan di tingkat masyarakat.

Disamping itu, tujuan kerjasama juga untuk memfasilitasi perencanaan pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang hasilnya diharapkan bisa meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

”Dalam pelaksanaan pengelolaan hutan berbasis masyarakat itu, kegiatan pengembangan mata pencaharian masyarakat difokuskan pada pengolahan produk berbahan baku hasil hutan non kayu,” jelas Harisetijono.

Selain mengucapkan terima kasih kepada Kepala Puslitbang Hutan Badan Litbang dan Inovasi Kemeneterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bupati Yuswir Arifin juga berharap kerjasama ini terlaksana sebagaimana mestinya, supaya tujuan kerjasama tercapai sesuai sasaran dan harapan. –nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.